Berita

Gde Siriana Yusuf/Ist

Politik

GN Tolak Diajak Kudeta AHY, Gde Siriana: GN Tunjukkan Tetap Jadi Teman Seperjuangan SBY

SENIN, 08 MARET 2021 | 22:05 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah pernyataan mengagetkan muncul dari mantan Panglima TNI Jenderal (purn), Gatot Nurmantyo (GN), terkait upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

Dirinya mengaku pernah dihubungi seseorang dari Partai Demokrat untuk ikut menggulingkan AHY dari kursi ketua umum. Bahkan dia sudah dua kali dihubungi hingga diminta untuk menjadi ketua umum baru.

Namun, deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu dengan tegas menolaknya. Karena, meski sudah jadi purnawirawan prajurit, tetap ada etika khusus dalam hubungan junior dengan senior.


Di mana senior telah mendidik juniornya di pendidikan militer dengan keras untuk bertujuan menjadikan teman seperjuangan.

Dalam hal ini terkait hubungannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan mantan Ketum Demokrat sekaligus seniornya di dunia militer.

"GN ingin menegaskan bahwa prajurit TNI meskipun sudah purnawirawan tetap melekat pada dirinya etika Budhi Bhakti Wira Utama. Sehingga GN menolak ajakan kudeta AHY tersebut," ujar Gde Siriana Yusuf kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (8/3).

"Dengan kata lain, Jenderal (purn) Moeldoko tidak memegang etika itu ketika mengkudeta AHY putra dari SBY yang mengangkatnya menjadi Panglima TNI," sambungnya.

Ditambahkan Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS) itu, berdasarkan kriteria orang yang mengajak GN untuk mengkudeta AHY, menjadi bukti adanya kekuatan besar di luar internal PD yang ingin mengambil alih Demokrat dari SBY.

"Saya menduga sangat mungkin istana terlibat, apalagi kriteria orang tersebut sepertinya cocok dengan Moeldoko," imbuhnya.

Menurut Gde Siriana, GN seperti ingin mengingatkan kembali prajurit TNI aktif maupun yang purnabhakti. Bahwa etika Budhi Bhakti Wira Utama adalah nilai moral dan spiritual yang terus kuat melekat dalam jiwa untuk implementasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Dalam konteks inilah, terkait menghadapi kudeta PD dan berbagai persoalan bangsa dan negara saat ini, SBY akan menjadi teman seperjuangan GN. Dan ini juga menginspirasi para prajurit dan purnawirawan TNI lainnya untuk memegang teguh kode etik ini," pungkasnya.

Dalam wawancaranya dengan TVOne, Senin (8/3), Gatot Nurmantyo menolak diajak seseorang yang disebutnya berasal dari Partai Demokrat untuk mengkudeta AHY. Karena sebagai prajurit ia harus menjaga etika Budhi Bhakti Wira Utama.

Dituturkan GN, orang yang mengajaknya tersebut diakuinya sangat berpengaruh, tidak aktif dan tidak dipecat oleh Demokrat. Gatot pun memastikan orang tersebut hadir di Kongres Luar Biasa (KLB) di Deliserdang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya