Berita

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh saat disuntik vaksin, di Kantor BPKP, Matraman, Jakarta Pusat, Senin (8/3)/Repro

Kesehatan

6 Ribu Pegawai BPKP Divaksinasi, Yusuf Ateh: Auditor Garda Terdepan Yang Mengawal Akuntabilitas Negara

SENIN, 08 MARET 2021 | 20:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksinasi Covid-19 digelar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk ribuan karyawannya.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menjelaskan, vaksinasi ini merupakan upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 dilingkungan lembaga yang dipimpinnya. Sehingga, pegawai lebih optimal melaksanakan tugas pengawasan.

"Pegawai BPKP selaku auditor presiden, menjadi garda terdepan mengawal akuntabilitas keuangan negara, sehingga perlu memiliki perlindungan dalam menjalankan tugas,” ujar Ateh usai mengikuti vaksinasi di Kantor BPKP, Matraman, Jakarta Pusat, Senin (8/3).


Selain menjadi pertahanan terakhir bagi pegawai, program vaksinasi ini juga menjadi ikhtiar BPKP dalam mempercepat berakhirnya pandemi. Terlebih kata dia, BPKP tetap berinteraksi langsung dengan stakeholder ataupun masyarakat untuk urusan pendampingan dan pengawasan.

“Total pegawai yang mengikuti vaksin sebanyak 6.017 pegawai yang tersebar di 34 provinsi. Sebanyak 2.850 pegawai diantaranya akan mendapatkan vaksin di kantor pusat BPKP dalam kurun waktu 3 hari (8-10 Maret),” tuturnya.

Mantan Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB itu berharap, setelah semua pegawai di vaksin bisa dapat menambah daya tahan tubuh dan bisa terhindar dari Covid-19.

"Meski telah divaksin, protokol kesehatan tetap harus dijalankan," tandas Ateh.

Hingga kini, BPKP masih terus melakukan Swab Test Antigen bagi pegawai. Tercatat hingga awal Maret 2020 sudah sebanyak 9.750 pegawai telah dites. Hasilnya, sebanyak 9.598 pegawai telah dinyatakan negatif dan 152 diantaranya terkonfirmasi positif.

Meski begitu, seluruh pegawai telah mendapatkan perhatian dan perawatan intensif sehingga sebagian besar dinyatakan sembuh.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya