Berita

Ketua Umum KNPI periode 2019-2022, Haris Pertama/Net

Politik

Bela Haris Pertama, Adhie Massardi: KNPI Diajak Keluar Kubangan Tapi Masih Ada Yang Bermental Kerbau

SENIN, 08 MARET 2021 | 01:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Polemik pemecatan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama memantik perhatian Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi.

Bagi Adhie Massardi, kepemimpinan Haris sejatinya cukup baik dengan menarik keberadaan KNPI dari lingkaran kekuasaan.

"Kumpulan pemuda lintas organisasi (KNPI) ini sudah terlalu lama berendam dalam kubangan kekuasaan. Tapi hanya dapat lumpurnya," kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Minggu malam (7/3).


Haris, kata Adhie, memiliki jiwa kepemimpinan yang langsung menyentuh prblematika rakyat. Namun sayang, penjuangan tersebut justru tak sejalan dengan beberapa anggota yang masih nyaman berada di lingkaran kekuasaan.

"Haris nyoba ajak keluar kubangan, masuk ke hati (problema) rakyat. Eh, beberapa rekannya masih bermental kerbau dengan hidung tercucuk. Parah abis!" tandasnya.

Haris Pertama sebelumnya dicopot sebagai Ketua Umum KNPI dalam rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Umum, Ahmad A. Bahri di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu lalu (6/3).

Dikatakan Bahri, ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan Haris terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART) KNPI. Pertama, pelanggaran Pasal 23 ART, terkait pengambilan keputusan dan sikap organisasi tidak melalui Rapat Pleno DPP KNPI.

Kemudian pelanggaran lain yakni Pasal 38 AD dan 35 ART KNPI terkait tata kelola keuangan dan harta benda organisasi yang tidak berjalan secara transparan dan akuntabel.

Haris sendiri telah buka suara terkait pencopotan yang dilaminya. Selama memimpin, Haris  mengaku telah menjalankan roda organisasi dengan baik, mulai dari merajut komunikasi dengan semua DPD KNPI Provinsi, Kota/Kabupaten serta dengan segenap OKP yang ada hingga membawa KNPI hadir di tengah-tengah bencana untuk membantu rakyat.

"Jika memang apa yang saya kerjakan masih ada kekurangan maka saya minta maaf. Yang ada di otak saya hanya membesarkan KNPI agar dicintai Rakyat dan Pemuda Indonesia," kata Haris dalam keteranganya, Sabtu malam (6/3).

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya