Berita

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)/Net

Politik

KNPI Akan Pecat Oknum Pengkhianat Yang Gelar Pleno Di Ritz Carlton

SENIN, 08 MARET 2021 | 00:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memastikan, Haris Pertama tetap sebagai Ketua Umum KNPI yang sah dan sesuai AD/ART.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medya Rischa Lubis menyikapi rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad A. Bahri dengan agenda mencopot Haris di Hotel The Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu lalu (6/3).

“DPP KNPI di bawah Ketum Haris Pertama sampai saat ini solid. Pertemuan di hotel Ritz Carlton itu bukan merupakan rapat pleno DPP KNPI, (melainkan) hanya pertemuan biasa saja,” ujar Medya Rischa Lubis, Minggu (7/3).


Menurut Medya, Rapat Pleno KNPI memiliki aturan main sesuai AD/ART KNPI dan tidak bisa tiba-tiba digelar dengan mengambil keputusan krusial seperti pencopotan ketua umum.

“Bukan ujug-ujug rapat, pasang spanduk, bawa palu, terus mengambil keputusan tok tok lalu dianggap sah, salah kaprah mereka itu," jelasnya.

Ia melanjutkan, setidaknya pleno harus kuorum 50% + 1 suara pengurus, harus disetujui 2/3 OKP dan 2/3 DPD provinsi yang berhimpun, dan harus ada usulan tertulis disertai alasan pemberhentian.

"Lha ini pertemuan di RC hanya hadir 40-an orang, sementara pengurus 800 rang lebih mau kuorum dari mana?” jelas Medya.

Oleh karena itu, dia menegaskan, DPP KNPI akan mengambil sikap tegas terhadap sekelompok oknum pengurus yang ikut dalam pleno tersebut.

“Jadi upaya-upaya perpecahan seperti ini jangan sampai mencoreng soliditas di antara pemuda se-Indonesia. Tentunya sebagai Ketua Umum Mandataris Kongres KNPI Bogor, Haris Pertama tidak akan tinggal diam dan mengambil sikap serta memecat oknum-oknum dalam pertemuan ilegal di Hotel Ritz Carlton kemarin,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya