Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

RR: Partai Politik Yang Tidak Demokratis, Lambat Laun Jadi Otoriter

MINGGU, 07 MARET 2021 | 21:02 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Realitas partai politik di Indonesia selalu menggemakan sistem demokratis tetapi lupa menerapkan demokratisasi di internal partai.

"Sejak dulu kita selalu memperjuangkan demokratisasi dalam konteks negara dan masyarakat. Tapi kita lupa memperjuangkan demokratisasi internal partai," ujar ekonom senior Rizal Ramli dalam keterangannya, (7/3).

Rizal menyebutkan bahwa saat ini tidak sedikit partai politik di Indonesia yang dikelola laksana partai milik keluarga.


Belum lagi, kata dia, juga eksistensi dari pengaruh oligarki di tubuh partai politik.

"Oligarki itu diperkuat dengan aturan ketum bisa recall anggota DPR karena harusnya yang recall adalah pemilih. Partai keluarga sulit untuk mendapatkan loyalitas tanpa fulus. Quo vadis demokrasi Indonesia?" katanya.

Mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini meminta ada perubahan besar dari partai politik untuk menjaga masa depan demokrasi Indonesia.

"Partai yang tidak demokratis, feodal dan nepotis bagaikan perusahaan keluarga maka hasilnya cepat atau lambat jadi otoriter. Lakukan demokratisasi internal partai kalau ingin membuat sistim demokratis," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya