Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan perlawanan kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko/RMOL

Politik

Serukan Lawan Moeldoko, AHY: Dosa Bagi Kita Kalau Diam Saja

MINGGU, 07 MARET 2021 | 19:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan perlawanan kepada Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang mengambilalih kepemimpinan yang sah melalui Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal di Deliserdang, Sumatera Utara.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, seruan AHY itu disampaikan di hadapan ketua atau perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat se-Indonesia yang hadir di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu sore (7/3).

Menurut AHY, pihak-pihak yang berada dalam gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat (GPK PD) dengan tidak sesuai dengan sejarah aturan dan konstitusi serta AD/ART Demokrat dianggapnya sebagai gerombolan yang tidak memiliki etika dan moral hukum.


"Tentu wajib bagi kita untuk?" teriak AHY yang disambut teriakan "lawan" dari para kader yang hadir di Auditorium Yudhoyono.

Karena kata AHY, jika membiarkan adanya kejahatan, menurutnya adalah sikap yang mengakibatkan dosa.

"Kalau ada kejahatan, pelanggaran hukum dibiarkan di negeri kita, di pekarangan rumah kita, dosa bagi kita kalau kita diam saja. Buruk bagi rakyat kalau kita tidak berani bersuara," tegas AHY.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya