Berita

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Rapimnas Golkar Usai, Aspirasi Dari Bawah Ingin Airlangga Jadi Capres 2024

SABTU, 06 MARET 2021 | 17:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar baru saja usai digelar.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, pasca Rakernas dan Rapimnas aspirasi dari arus bawah banyak yang menginginkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto agar dicalonkan sebagai calon presiden (Capres) pada tahun 2024.

"Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar menegaskan kuatnya aspirasi dari arus bawah menginginkan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto untuk dicalonkan sebagai Calon Presiden," kata Ahmad Doli Kurnia, Sabtu (6/3).  


Doli yang juga Korbid Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar menuturkan, sebelumnya aspirasi dari bawah banyak yang meminta Ketum Airlangga dicalonkan sebagai Presiden di 2024 hanya bersifat informal.

Pada Rapimnas, DPP Golkar sudah mendapatkan pernyataan sikap secara langsung.

"Dari seluruh 34 DPD Provinsi, 10 Ormas yang ada di lingkungan Partai Golkar, hingga senior-senior yang berada di Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Dewan Etik," kata Doli.

Adapun, kata Doli, respons Ketum Airlangga mengenai permintaan tersebut telah disambut baik.

Dijelaskan Doli, Airlangga megapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh Keluarga Besar Partai Golkar.

Aspirasi itu akan menjadi pertimbangan Airlangga hingga pada waktunya akan dijawab.  

"Beliau menyampaikan bahwa saat ini Golkar sedang fokus membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi," tuturnya.

"Aspirasi tersebut buat kami di Korbid Pemenangan Pemilu DPP menambah energi dan semangat baru, sekaligus menjadi dorongan untuk lebih serius lagi menyusun langkah dan strategi, serta bekerja lebih keras lagi dalam pemenangannya," demikian Doli.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya