Berita

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko Wahyono/Net

Kesehatan

Varian Baru Corona Terdeteksi Di Indonesia, Epidemiolog: Masyarakat Jangan Buru-buru Panik

KAMIS, 04 MARET 2021 | 10:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberadaan varian virus corona B117 yang terdeteksi sudah mulai masuk ke Indonesia harus jadi perhatian serius pemerintah. Sehingga penyebarannya bisa diantisipasi sejak dini.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko Wahyono, menilai masyarakat juga harus mengetahui di mana saja kasus mutasi virus itu ditemukan.

Sehingga masyarakat bisa lebih mewaspadai penyebaran virus baru dan melakukan antisipasi dampak negatif dari virus tersebut.


"Kan cuma dua kasus. Pemerintah harus memberitahu supaya hati-hati," kata Tri Yunis lewat keterangannya, Kamis (4/3).

Menurutnya, pemerintah harus segera mengisolasi warga yang terkena mutasi virus itu, kemudian melakukan tracing terhadap kontak erat dalam kasus tersebut. Semua orang yang sempat berhubungan dengan dua pasien tersebut harus diperiksa.

Ditambahkan Tri Yunis, pemeriksaan genetik juga penting. Kalau sudah dianggap menyebar, segera lakukan pembatasan sosial terhadap masyarakat di sekitar itu.

Namun demikian, Tri Yunis meminta masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan.

"Masyarakat jangan terburu-buru panik. Tunggu hasil investigasi kasus oleh pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, epidemiolog Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, dr Riris Andono Ahmad, juga mengatakan masyarakat harus merespons mutasi virus corona dengan pengetatan protokol kesehatan.

"Tetap melakukan 5M dengan konsisten,” imbuh Riris.

Pada Selasa kemarin (2/3) Kemenkes mengumumkan dua kasus varian baru corona B117 di Indonesia. Virus corona asal Inggris tersebut diketahui setelah dua pekerja migran Indonesia pulang dari Arab Saudi Arabia akhir Januari lalu.

Kasus pertama, M, warga Kecamatan Lemah Abang, mendarat di Bandara Soetta pada 28 Januari 2021. Sementara kasus kedua, A, asal Kecamatan Pedes, mendarat pada 31 Januari 2021.

Keduanya diketahui positif Covid-19 ketika menjalani tes swab PCR di Bandara Soekarno Hatta. Mereka pun menjalani isolasi di Jakarta dan kini telah dinyatakan negatif.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya