Berita

Presiden Emmanuel Macron/Net

Dunia

Emmanuel Macron Akui Pasukan Prancis Siksa Dan Bunuh Pejuang Kemerdekaan Aljazair Ali Boumendjel

RABU, 03 MARET 2021 | 15:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Emmanuel Macron secara terbuka mengakui bahwa pasukan Prancis menyiksa dan membunuh pejuang kemerdekaan Aljazair Ali Boumendjel, seorang nasionalis dan pengacara yang ditangkap selama perang kemerdekaan negaranya. Selama penyebab kematiannya ditutup-tutupi sebagai kasus bunuh diri.

Pengakuan 'atas nama Prancis' tersebut dilakukan Macron selama pertemuan dengan cucu Boumendjel. Hal itu diketahui dari pernyataan resmi yang dikeluarkan Istana Elysee.

"Boumendjel ditempatkan tanpa komunikasi, disiksa, dan kemudian dibunuh pada tanggal 23 Maret 1957," kata Istana Elysee dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (3/3).


"Ali Boumendjel tidak bunuh diri. Dia disiksa dan kemudian dibunuh," kata Macron kepada cucu Boumendjel, menurut pernyataan itu.  

Macron sempat memicu kemarahan ketika dia menolak mengeluarkan permintaan maaf resmi atas pelanggaran yang dilakukan selama pendudukan Aljazair. Alih-alih meminta maaf, saat itu Macron justru setuju untuk membentuk 'komisi kebenaran' seperti yang direkomendasikan oleh sebuah laporan yang ditugaskan oleh pemerintah untuk menjelaskan masa lalu kolonial Prancis .

Prancis adalah rumah bagi jutaan orang yang memiliki hubungan dengan Aljazair - termasuk keturunan mantan penjajah Prancis - dan Perang Kemerdekaan Aljazair yang berlangsung delapan.  Pertempuran tersebut telah menjadi masalah yang sangat memecah belah antara Prancis dan bekas koloninya serta di dalam populasi Muslim Prancis yang besar.

Penyiksaan, penghilangan dan kematian dalam tahanan serta selama operasi keamanan menandai perang, tetapi presiden Prancis secara berturut-turut telah menghindari konflik yang terkait dengan penghinaan dan kebrutalan nasional.

Ini bukan pertama kalinya publik mengetahui kebenaran atas penyebab kematian Boumendjel.

Pada tahun 2000, mantan kepala intelijen Prancis di Algiers Paul Aussaresses mengaku memerintahkan kematian Boumendjel dan menyamarkan pembunuhan itu sebagai bunuh diri, menurut pernyataan itu.

Macron pada hari Selasa juga telah menegaskan kembali keinginannya untuk memberi kesempatan kepada keluarga untuk mengetahui dan memukan kebenaran tentang kematian ini.

Bulan lalu, keponakan Boumendjel, Fadela Boumendjel-Chitour, bahkan mengecam apa yang disebutnya kebohongan 'menghancurkan' yang diceritakan negara Prancis tentang pamannya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya