Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Survei: Satu Dari Lima Warga China Di Australia Mendapat Ancaman Dan Serangan Selama Pandemi Covid-19

RABU, 03 MARET 2021 | 15:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bukti bahwa pandemi Covid-19 telah berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan, termasuk soal rasisme dibuktikan oleh lembaga think tank Lowy Institute dalam hasil survei terbaru mereka.

Dalam laporan terbarunya, lembaga itu mengatakan satu dari lima warga China Australia mengaku telah diancam atau diserang dalam setahun terakhir karena pandemi Covid-19 dan ketegangan dalam hubungan Australia dengan China.

Temuan tersebut mendorong seruan dari Chinese Australian Forum, sebuah kelompok komunitas, agar kepemimpinan nasional mengatasi rasisme saat Australia berurusan dengan China yang lebih tegas, dan juga pengakuan bahwa komunitas China di Australia memiliki pandangan politik dan asal-usul yang beragam.


Sekitar 5 persen dari 25 juta penduduk Australia mengaku bahwa mereka adalah keturunan Tionghoa, menurut sensus nasional. Separuh dari responden survei Lowy lahir di luar China daratan, di beberapa tempat termasuk Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan.

“Warga Tionghoa Australia akan selalu terjepit dalam ketegangan geopolitik dengan (Tiongkok),” kata Jason Li, presiden Forum Australia Tiongkok, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/3).

“Bagaimana kami menghadapi ketidakpercayaan terhadap 1,4 juta sesama warga Australia akan menjadi ujian signifikan bagi multikulturalisme kami dan nilai-nilai kami sebagai masyarakat liberal yang terbuka,” ujarnya.

Tiga perempat responden mengatakan Australia adalah tempat yang baik atau sangat baik untuk tinggal.

Survei tersebut dilakukan ketika kedutaan besar China menerbitkan pidato wakil kepala misi Wang Xining, yang menyerang Australia karena dianggap telah memfitnah pemerintah China.

“Para bajingan yang dengan sengaja memfitnah Tiongkok, merusak persahabatan Sino-Australia dan merusak kesejahteraan kedua bangsa demi kepentingan pribadi akan disingkirkan oleh dunia, dan keturunan mereka akan malu menyebutkan peran negatif mereka dalam sejarah,” kata Wang pada makan malam Dewan Bisnis Australia China.

Kedutaan sebelumnya telah mencatatkan keluhannya terhadap Australia, termasuk seruan Canberra untuk penyelidikan independen atas asal-usul pandemi virus korona, larangan bagi perusahaan telekomunikasi China Huawe untuk berpartisipasi dalam jaringan 5G, dan membatasi investasi asing dengan alasan keamanan nasional.

Australia memang telah memberlakukan undang-undang campur tangan asing pada tahun 2018 yang telah meningkatkan pengawasan terhadap sumbangan politik oleh warga China Australia dan menyebabkan penggerebekan polisi di media China.

Setengah dari responden survei Lowy mengatakan mereka prihatin tentang pengaruh China pada proses politik Australia, dan setengahnya lagi mengatakan media dan politisi memberikan terlalu sedikit perhatian atas masalah tersebut.

Ini adalah pertama kalinya Lowy Institute melakukan survei Being Chinese in Australia terhadap sekitar 1.000 orang, sebagian besar direkrut di media sosial, termasuk warga negara Australia, penduduk tetap, dan sejumlah besar pemegang visa jangka panjang. Itu didanai oleh pemerintah Australia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya