Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha/Net

Dunia

Thailand Pelajari Kemungkinan Penerbitan Paspor Covid-19

RABU, 03 MARET 2021 | 13:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha mengatakan bahwa pemerintahannya saat ini tengah mempelajari kemungkinan penerbitan paspor Covid-19.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Prayut pada Selasa (2/3), memerintahkan Kementerian Luar Negeri Thailand untuk melakukan studi adopsi paspor vaksin Covid-19. Studi adopsi ini berpotensi menjadi jawaban untuk perjalanan masa depan di bawah apa yang disebut 'normal baru' yang saat ini sedang dibahas secara serius di negara lain.

Paspor tersebut termasuk sertifikasi bahwa pemiliknya telah melakukan vaksinasi virus corona dengan vaksin Covid-19 yang terdaftar dan diakui.


Diakuinya, sejauh ini belum ada kesimpulan yang dapat menjamin sistem paspor vaksin Covid-19 efektif diterapkan di tingkat internasional.

"Saya telah memerintahkan studi untuk dilakukan seputar ide ini sebagai persiapan untuk (penggunaan di masa depan) sehingga Thailand bisa bersaing dengan negara lain," ujarnya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (3/3).

"Pendapat tentang sistem paspor vaksin Covid-19 masih beragam, bahkan di Thailand," ujarnya.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris Raya, serta Uni Eropa dilaporkan termasuk di antara mereka yang mempertimbangkan paspor digital yang memungkinkan warga untuk menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi terhadap Covid-19.

Ide paspor Covid-19 telah dilaporkan mendapat kritik - terutama di antara dokter dan kelompok hak asasi yang mempertanyakan kemanjuran vaksin dan apakah mereka akan dapat melindungi orang secara total terhadap Covid-19 atau tidak.

Di Thailand sendiri, Departemen Pengendalian Penyakit (DDC) telah mengeluarkan sertifikat vaksinasi Covid-19 kepada orang-orang yang telah menerima vaksin tersebut.

Dr Opas Kankawinpong, direktur jenderal DDC mengatakan bahwa paspor Covid-19 harus dimulai berdasarkan perjanjian bilateral untuk meningkatkan industri pariwisata negara, meskipun masing-masing negara masih memiliki kebijakan berbeda tentang sertifikasi vaksinasi Covid-19.

"Panitia nasional penyakit menular akan membahas paspor vaksinasi Covid-19 pada Senin," katanya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya