Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Menuju Turki Yang Lebih Demokratis, Erdogan Luncurkan 11 Prinsip Utama Rencana HAM

RABU, 03 MARET 2021 | 06:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meluncurkan Rencana Aksi Hak Asasi Manusia yang baru dan lebih inovatif. Peluncuran tersebut sebagai tanggapan atas keinginan dan kebutuhan publik Turki, dan diharapkan akan dilaksanakan dalam dua tahun mendatang.

“Ini memiliki 11 prinsip, yang pertama adalah fakta bahwa hak asasi manusia berada di bawah perlindungan hukum,” kata Erdogan, seperti dikutip dari Daily Sabah, Selasa (2/3).

Hal tersebut disampaikan Erdogan saat berbicara di Pusat Kebudayaan dan Kongres Nasional Bestepe di ibu kota Ankara. Dalam pidatonya, Erdogan menekankan bahwa rencana tersebut adalah buah dari konsultasi berbasis luas dengan publik Turki.


“Rencana aksi yang akan kami jelaskan hari ini adalah contoh dari keinginan kami untuk perubahan dan reformasi yang terus dan akan terus berlanjut,” ujarnya.

Langkah-langkah yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana tersebut akan diambil dengan tekad dan bahwa mereka akan berbagi program reformasi ekonomi negara minggu depan.

“Kami akan terus mendukung warga terhadap segala jenis ancaman martabat, kepercayaan, nilai, dan kehidupan masyarakat,” tambahnya, seraya mengatakan bahwa rencana baru tersebut mencakup sembilan tujuan utama, 50 sasaran, dan 393 tindakan.

Presiden Turki mencantumkan prinsip-prinsip yang membentuk komitmen negara, antara lain orang menikmati hak yang tidak dapat dicabut yang diberikan sejak lahir, dan merupakan kewajiban negara untuk melindungi dan mengembangkan hak-hak ini.

Martabat manusia sebagai inti dari semua hak, berada di bawah perlindungan hukum yang efektif.

Setiap orang sama di depan hukum, tanpa diskriminasi atas dasar bahasa, agama, ras, warna kulit, jenis kelamin, pendapat politik, keyakinan filosofis, aliran, atau faktor serupa.

Memberikan pelayanan publik kepada semua orang secara setara, tidak memihak, dan jujur ​​merupakan ciri utama dari semua kegiatan administrasi.

Undang-undang harus menjabarkan aturan yang tegas, jelas, dapat dipahami, dan dapat diprediksi tanpa menimbulkan keraguan, dan otoritas publik harus menerapkan aturan ini tanpa mengorbankan prinsip.

Beralih ke hak-hak non-Muslim di Turki, Erdogan berkata, “Turki sedang merevisi Undang-Undang Dasar tentang pembentukan dan pemilihan dewan direktur asosiasi komunitas non-Muslim."

Selain itu, staf dan mahasiswa sektor publik dan swasta akan diizinkan untuk mengambil cuti untuk hari raya keagamaan yang mereka amati, terlepas dari keyakinan mereka.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya