Berita

Plt Jubir KPK, M. Ali Fikri saat hadiri Obrolan Bareng Bang Ruslan (kanan)/Repro

Hukum

Singgung Cukong Akibatkan Kepala Daerah Korupsi, Jubir KPK: Sistemnya Harus Diperbaiki

SELASA, 02 MARET 2021 | 23:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Politik berbiaya tinggi menjadi concern Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menjadikan para Kepala daerah terjerat korupsi untuk membalas jasa para cukong atau pemberi modal.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri saat menjadi narasumber di acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Korupsi: Ongkos Politik Mahal/Minus Integritas?", Selasa sore (2/3).

Ali mengatakan, korupsi di bidang politik telah menjadi salah satu fokus area KPK yang telah disoroti dalam pelaksanaan Pilkada 2020.


Bentuknya, pencegahan dengan mengajak Kementerian Dalam Negeri, Bawaslu, KPU untuk terjun ke daerah-daerah.

Terjun ke lapangan itu kata Ali, bertujuan untuk mengingatkan para calon kepala daerah untuk tidak melakukan politik uang.

"Dari 270 kepala daerah yang sudah terpilih dari Pilkada langsung dan sudah dilakukan pelantikan, KPK juga akan menyusun program untuk pendidikan antikorupsinya. Tentu ini bagian dari kelanjutan dari program-program sebelumnya," ujar Ali di acara yang juga dihadiri oleh mantan Sekretaris BUMN Said Didu yang juga menjadi narasumber.

Ali pun sepakat bahwa politik berbiaya tinggi  menjadi concern bersama yang mana juga sudah dilakukan kajian oleh KPK.

Ali pun mengungkapkan, fakta persidangan kasus korupsi yang telah memiliki kekuatan hukum tetap bahwa Hakim menyatakan Kepala daerah bersalah melakukan korupsi karena faktor biaya politik tinggi.

"Ya beberapa penyelenggara negara khususnya kepala daerah menerima sejumlah uang itu, ya kemudian tadi itu benar, dibenarkan untuk membiayai politik ke depan. Misalnya ketika dia sedang berkuasa satu periode ini dan bagaimana ingin melanjutkan periode berikutnya dengan cara mengumpulkan tadi," jelas Ali.

Ali pun turut mencontohkan perkara Bupati Kutai Timur, Ismunandar yang merupakan kader dari Partai Nasdem.

"Kalau bahasanya Pak Said Didu yang cukong-cukong tadi itu yang kemudian menyokong dana kepada para calon-calon kepala daerah itu di periode kedua itu yang kemudian menjadi pintu masuk setelah dia berkuasa itu," terang Ali.

"Kalau dari bijinya saja sudah dari awal seperti itu, ketika berkembang menjadi pohon pun juga pasti nanti dengan melalui ya berputar saja lah gitu. Kalau kita bahasa kasarnya kan, uang jin dimakan setan dan seterusnya," sambung Ali.

Dengan demikian, Ali mengaku sepakat bahwa sistem biaya politik harus diperbaiki.

"Tapi sekali lagi saya sepakat kalau sistemnya ini yang diperbaiki. Pendidikan, pencegahan dan penindakan. Jadi tiga ini yang terintegrasi yang akan coba dikedepankan," pungkas Ali.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya