Berita

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tertangkap KPK atas dugaan rasuah proyek infrastruktur/Net

Hukum

Komentari Sikap PDIP Terkait Nurdin Abdullah, Suparji Ahmad: Tidak Boleh Ada Intervensi Pada KPK

SELASA, 02 MARET 2021 | 00:10 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Politisi PDIP Deddy Sitorus menduga, banyak pihak yang tidak senang dengan Nurdin Abddulah. Bahkan, dia berspekulasi bahwa penangkapan Nurdin terjadi lantaran adanya pihak-pihak yang menginginkan Nurdin lengser dari jabatannya.

“Kita melihat bahwa Prof Nurdin sudah lama banyak pihak yang menginginkan dia turun dari kursi gubernur, terbukti tahun 2019 ada upaya hak angket,” imbuhnya.

Merespons pendapat politisi PDIP itu, pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad mengatakan, ia juga mengendus ada unsur politis.


Meski demikian, ia meyakini KPK bekerja dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) juga berdasarkan alat bukti yang memenuhi unsur pidana.

Suparji meminta pada semua pihak agar mempercayakan pada KPK dapat bekerja profesional mengungkap kasus dugaan rasuah itu.

"Unsur politis ada tetapi pasti berdasarkan alat bukti yg memenuhi unsur pidana. Hendaknya semua pihak melihat proses hukum secara profesional dan independen," demikian kata Suparji kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/3).

Dalam pandangan Suparji, hukum harus bekerja secara sistematis, termasuk tidak boleh ada intervensi politik dalam penegakan hukum.

"Hukum harus bekerja dengan sistemik, tidak boleh ada intervensi atau pengaruh non hukum," demikian kata Suparji.

Menurut Dedi, Nurdin merupakan pribadi yang bersih dan selalu mencegah terjadinya praktik korupsi di lingkaran Pemda Sulsel.

Jika benar apa yang dikatakan KPK, Deddy berharap agar penangkapan tersebut merupakan upaya hukum yang berbasis keadilan dan kebenaran.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

UPDATE

Sarjan Didakwa Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Rp11,4 Miliar

Senin, 09 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Sadar Masih Ada Unsur Pimpinan yang Mengecewakan

Senin, 09 Maret 2026 | 20:02

Sarjan Didakwa Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Rp11,4 Miliar

Senin, 09 Maret 2026 | 19:42

Mitra SPPG Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejagung

Senin, 09 Maret 2026 | 19:31

PDIP Persoalkan Status TNI Siaga I Diumbar ke Publik

Senin, 09 Maret 2026 | 18:53

Rupiah Ditutup Lesu Usai Jebol Rp17.000, Ini Biang Keroknya

Senin, 09 Maret 2026 | 18:38

Mojtaba Khamenei Langsung Komandoi Gelombang ke-30 Serangan Militer ke Israel-AS

Senin, 09 Maret 2026 | 18:11

Ahmad Najib Gelar PANsar Ramadan di Kabupaten Bandung

Senin, 09 Maret 2026 | 17:56

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Diminati Investor

Senin, 09 Maret 2026 | 17:40

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Bailey hingga Armco di Aceh

Senin, 09 Maret 2026 | 17:24

Selengkapnya