Berita

Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok/RMOLJabar

Nusantara

Evaluasi Pilkada 2020, KPU Jawa Barat Berikan Sejumlah Catatan

SENIN, 01 MARET 2021 | 20:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat berikan sejumlah catatan kepada kabupaten/kota pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2020 lalu.

Sejumlah catatan harus diperbaiki oleh kabupaten/kota yang telah dan bakal melaksanakan pilkada di kemudian hari supaya kualitas Kepemiluan meningkat.

Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok memaparkan, ada empat poin yang disoroti di antaranya, Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat kecamatan, sarana prasarana pungut hitung, akurasi data pemilih dan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).


"Kalau kami evaluasi secara menyeluruh, memang pelaksanaan pilkada di 8 kabupaten/kota kemarin berjalan dengan sukses. Namun banyak juga yang harus diperbaiki,” papar Rifqi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (1/3).

Poin pertama, kata Rifqi, SDM yang ada di adhock kecamatan belum menguasai tekhnis pemilihan secara keseluruhan. Apalagi, tambah ia, mengenai penggunaan sistem rekapitulasi (Sirekap) dan berita acara.

"Koordinasi dengan Disdukcapil juga harus ditingkatkan. Banyak yang belum masuk DPT loh karena belum melakukan perekaman dan belum memiliki KTP-el,” bebernya.

Kesiapan sarana prasarana Sirekap, ucap Rifqi, hampir semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jawa Barat belum semuanya siap. Perangkatnya harus diperbaiki dan ditingkatkan supaya semuanya bisa menggunakan sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Nah kalau di MK kan ada 3 kabupaten/kota yang masuk. Sebetulnya substansinya nggak masuk karena semua gugatannya bukan hasil. Lebih ke dugaan calon yang melakukan bukan penyelenggara kan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya