Berita

Presiden Joko Widodo saat di Maumere/Net

Politik

Andi Sinulingga: Kerumunan NTT Itu Spontanitas Atau Sengaja Dirancang?

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 19:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kerumunan yang terjadi di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat Presiden Joko Widodo melintas masih menuai pro dan kontra. Alasan pihak istana bahwa kerumunan yang terjadi adalah spontanitas masih terus diperdebatkan.

Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga salah satu yang menyayangkan kerumunan itu terjadi. Sebab, wabah corona masih belum melandai, sementara kerumunan merupakan salah satu penyebab sebaran terjadi.

Secara khusus dia menyayangkan sikap dari Presiden Joko Widodo yang menghentikan laju mobil tumpangannya. Jokowi bahkan menyempatkan diri muncul di sunroof mobil kemudian menyapa dan melempar souvenir ke rakyat.


Presiden Jokowi, sebenarnya bisa mencegah kerumunan massa yang oleh istana disebut terjadi secara spontan itu. Caranya dengan tetap melaju dan mengerahkan pasukan Paspampres mensterilkan jalan.

Hal serupa, katanya, pernah dilakukan Jokowi saat bersepeda ke Stadion Kridosono, Yogyakarta bersama komunitas sepeda onthel.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Taufik Irvani pada 26 Maret 2019, tampak Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi bersepeda tanpa berhenti sekalipun banyak masyarakat antusias di pinggir jalan.

Sementara Paspampres terus menjaga agar warga tidak merangsek mendekati presiden.
 
“Jika Jokowi mau, dia bisa minta Paspamres seperti ini untuk tak terjadi kerumunan di NTT,” ujar Andi Sinulingga kepada redaksi, Jumat (26/2).

Menurutnya, jika Paspampres mau, apapun bisa dibuat. Sementara menghalau kerumunan masyarakat merupakan pekerjaan yang terbilang mudah bagi Paspampres.

Kini Andi Sinulingga pun bertanya-tanya, jangan-jangan kerumunan yang terjadi bukan merupakan aksi spontanitas.

“Jadi kerumunan NTT itu spontanitas atau sengaja dirancang?” tanyanya mengakhiri.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya