Berita

Aparat berjaga di perbatasan Prancis - Jerman untuk menahan gelombang virus corona/Net

Dunia

Menkes: Akan Diterapkan Kontrol Perbatasan Yang Lebih Ketat Antara Prancis Dan Jerman Mulai 1 Maret

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 14:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Moselle. Para pekerja yang bolak-balik antara Jerman dan Mosele harus menjalani tes PCR sebelum diijinkan meintas, Langkah ini diambil karena tingkat infeksi akibat varian baru meningkat di wilayah tersebut.

Otoritas kesehatan bersama dengan aparat kepolisian mengatakan pada Kamis (25/2), peraturan itu berlaku mulai Senin pekan depan bagi para pekerja sebelum menyeberang.

"Penguatan langkah-langkah kesehatan di perbatasan Prancis-Jerman di Moselle, akan berlaku mulai 1 Maret," ujar Kementerian Kesehatan lewat cuitannya di Twitter.


Langkah-langkah baru itu menyusul peringatan dari pemerintah Jerman pada pekan lalu bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang pembatasan perjalanan baru ke wilayah dekat perbatasan dengan  Prancis.

Langkah itu dilakukan ketika para pemimpin Uni Eropa mengadakan pertemuan puncak virtual untuk membahas topik terkait pandemi, termasuk penutupan perbatasan dan kartu vaksin. Komisi Eropa mengkritik penutupan perbatasan baru-baru ini di beberapa negara UE karena tidak proporsional, dan telah menulis surat peringatan kepada Belgia, Denmark, Finlandia, Jerman, Hongaria, dan Swedia tentang tindakan mereka.

Sementara, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran mengatakan, orang yang melintasi perbatasan untuk perjalanan non-profesional diwajibkan untuk menunjukkan tes PCR tidak kurang dari 72 jam saat melintasi perbatasan dari Jerman menuju Prancis seperti dikutip dari RTL.

Polisi akan dikerahkan di perbatasan untuk melakukan kontrol bahwa peraturan dilaksanakan dengan sebaiknya. Otoritas Prancis juga akan bekerja sama dengan rekan-rekan Jerman mereka untuk memastikan efektivitas langkah-langkah ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya