Berita

Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri/RMOL

Nusantara

Rachmawati Soekarnoputri Ajak Wisudawan UBK Sikapi Digitalisasi Secara Bijak

JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 10:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri mengajak para wisudawan sarjana dan pascasarjana Universitas Bung Karno bijak menyikapi kemajuan teknologi atau digitalisasi.

Era digitalisasi, kata Rachma, membuat segala aktifitas manusia berubah. Bahkan teknologi digital dapat mengubah tatanan sosial ekonomi, budaya, politik dan keamanan.

"Digitalisasi juga memiliki dampak negatif yang sangat merusak generasi muda bangsa. Menjadi virus informasi dan dapat memecah belah persatuan bangsa (devided nation)," kata Rachma dalam sabutan di wisuda program sarjana ke-18 dan wisuda pascasarjana magister hukum ke-2 secara vitrual, Kamis (25/2).


Rachmawati mengingatkan, era proxy war saat ini, kerap memanfaatkan kemjuan teknologi untuk merubah mindset atau pola pikir masyarakat suatu bangsa dengan tujuan mengikuti pola pikir negara lain yang menguasai teknologi digital.

"Kini tergantung kepada manusianya apakah kemajuan teknologi era digital saat ini dipergunakan secara positif atau secara negatif," tandas Rachma.

Untuk itu, putri sang proklamator ini mengingatkan agar kemajuan tekologi atau digitalisasi ini tidak boleh mengalahkan nilai-nilai peri kemanusiaan. Ia menekankan, kemajuan teknologi haruslah dipandang sebagai alat bantu, perkakas untuk memudahkan kehidupan manusia.

Dalam kaitan itu maka Rachma mengajak seluruh civitas akademika UBK agar dapat menerima dan menanggapi era digital sebagai sebuah peluang untuk dapat semakin berperan dalam meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi para mahasiswa.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya