Berita

Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Politik

Pengamat: SBY Ingin Ingatkan Moeldoko "Jangan Karena Sedang Berkuasa Mengkudeta Demokrat"

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 11:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang secara terang-terangan menyebut nama Kepala KSP Moeldoko terkait isu kudeta kepemimpinan Partai Demorkat, merupakan sinyal bahwa SBY sudah geram.

Pasalnya, SBY merasa terganggu dengan sikap inkonstitusional mendongkel kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"SBY gregetan. Mungkin saja SBY punya bukti. SBY bisa saja ingin mengatakan ke publik. Bahwa SBY ingin mengingatkan Moeldoko, 'jangan karena sedang berkuasa ingin mengkudeta Demokrat'," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/2).


Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini menilai wajar apabila SBY gregetan dengan gerakan yang disebut-sebut melibatkan mantan Panglima TNI dan beberapa oknum kader dan eks kader Demokrat dalam merancang upaya kudeta.

"Karena jika kudetanya terlaksana, maka SBY akan terlempar dari Partai Demokrat. Makanya SBY melakukan perlawanan," kata Ujang Komarudin.

Menurut Ujang, SBY juga ingin menegaskan kepada publik bahwa semua tokoh publik yang berkeinginan untuk maju di Pilpres 2024 mendatang agar tidak mengganggu partai politik yang lain.

"Intinya jika ingin maju di 2024 jangan mengkudeta partai orang lain," demikian Ujang Komarudin.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya meyakini bahwa upaya kudeta yang disebut-sebut didalangi oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko tidak ada kaitannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Moeldoko disebut sebagai salah satu orang yang ingin melakukan kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Upaya kudeta tersebut diduga dilakukan Moeldoko untuk nyapres di Pemilu 2024 mendatang.

"Saya pribadi sangat yakin bahwa yang dilakukan oleh Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi," kata SBY, Rabu (24/2).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya