Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Suluh

Seharusnya Pak Jokowi Tidak Berhenti

KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 00:06 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebaran virus corona di Indonesia belum juga melandai sejak pertama kali dicatat pada Maret 2020 lalu. Angkanya konsisten menanjak dan telah menembus angka 1,3 juta orang terinfeksi, sementara yang meninggal mencapai lebih dari 35 ribu orang.

Berbagai kebijakan untuk menekan laju sebaran terus digiatkan pemerintah, mulai dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB), masa transisi, hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro. Namun semua itu gagal.

Bahkan Presiden Joko Widodo yang sempat mengatakan corona terkendali, langsung buru-buru meralat dan menyebut bahwa penerapan PPKM tidak efektif. Alasannya karena ekonomi merosot sedangkan corona justru menanjak. Padahal yang diinginkan adalah kebalikannya.


Semua masyarakat Indonesia sepakat bahwa untuk menangani Covid-19 dibutuhkan kerja sama dan perspektif yang seirama. Penerapan 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker) harus ditaati bersama, di satu sisi pemerintah menggencarkan 3T (testing, tracing, dan treatment).

Namun demikian, peristiwa kerumunan yang terjadi di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat hati seketika mbatin, apakah ini suri teladan kami?

Sebagaimana diintisarikan dari pernyataan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, tidak ada bantahan bahwa pria berkemeja putih yang menjulurkan badannya lewat sunroof mobil dan melambaikan tangan serta melempar barang ke kerumunan adalah Presiden Joko Widodo.

Pembelaannya, kerumunan itu terbentuk karena sebuah spontanitas atas antusiasme warga Maumere menyambut kedatangan Jokowi. Dipastikan pihak Istana bahwa presiden tidak memiliki niat untuk membuat kerumunan.

Sekilas pembelaan ini memang terlihat “uhuy”. Semakin “uhuy” karena disebut aksi Jokowi melempar souvenir kepada kerumunan massa yang mengerubunginya adalah spontanitas.

Jokowi memang terlihat memakai masker. Mungkin juga menyiapkan banyak hand sanitizer di dalam mobil untuk bercuci tangan. Jaraknya dengan rakyat juga lebih dari setengah meter. Selain itu, Jokowi juga relatif lebih kebal terhadap corona karena sudah disuntik dua kali.

Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah masyarakat yang mengerubunginya bisa dipastikan taat prokes? Apakah mereka juga sudah memiliki kekebalan layaknya orang yang pernah disuntik vaksin Covid-19? Dan apakah di antara kerumunan itu sudah menjalani tes Covid-19 sehingga bisa dipastikan tidak akan menularkan corona pada yang lain?

Presiden Jokowi adalah pemegang kekuasaan negeri ini. Jangankan para ajudan pengawalnya, para menteri pun tunduk pada gerakan tongkatnya. Tapi apa yang terjadi di Maumere dan pembelaan yang disampaikan mengesankan bahwa Jokowi tunduk pada spontanitas.

Presiden Jokowi bisa saja tegas meminta agar mobil terus melaju. Dirinya cukup menyapa saat mobil melaju. Masyarakat pasti paham dengan situasi yang terjadi. Mereka juga tidak akan berprasangka presidennya sombong. Sebaliknya, rakyat akan berpikir bahwa pemimpin sedang menjaga nyawa mereka.

Tapi Jokowi memilih berhenti. Bahkan souvenir yang sudah siap di mobilnya dilempar kepada massa yang berkerumun. Hasilnya, mereka antusias berebut souvenir. Artinya lagi, jarak antar manusia semakin tak terjaga. Dan kita hanya bisa berdoa, semoga tidak ada klaster baru di NTT.

Mari bersama menjaga komitmen untuk bisa segera mengakhiri pandemi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya