Berita

Agen Rumah Ubi Madu/Ist

Bisnis

Rumah Ubi Madu: Abdi Negara Yang Jadikan Ketela Sebagai Peluang Usaha

RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 16:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi Covid-19 yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja dan penutupan usaha, membuat seorang abdi masyarakat yang berdinas di Polres Metro Jakarta Utara tergerak untuk membuka bisnis ubi madu dan menyediakan lapangan pekerjaan dengan membuka usaha pendistribusian ubi.

Usaha yang dimulai pada Desember 2020 ini dibangun bersama dua orang temannya. Secara khusus, ia mengatakan bahwa bisnisnya itu dimulai dengan niat memberikan lapangan pekerjaan kepada orang-orang yang terdampak pandemi.

"Bismillah, ketika orang-orang di tengah pandemi ini banyak yang menutup usahanya, banyak yang kehilangan pekerjaan, saya bersama teman berusaha untuk bagaimana membuka lapangan pekerjaan. Saya berusaha untuk merekrut orang-orang walau saat ini baru permulaan, belum banyak, baru orang-orang yang ada di sekitar saja," katanya dalam diskusi virtual Jendela Usaha, Rabu (24/2).


Ubi sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Jenis umbi-umbian ini mudah ditemui di pasaran dengan harga relatif murah. Sebagai komoditas pertanian ubi banyak dilirik orang dan merupakan hasil pertanian yang menyehatkan.

"Saat ini kalau saya lihat, banyak orang yang telah berpikir untuk pola hidup sehat. Bahkan banyak yang sedang melakukan program menurunkan berat badan," katanya, menambahkan bahwa ubi dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

"Kebetulan di sini (Pasar Kecapi) belum banyak orang yang berjualan ubi madu Cilembu. Saya terus memantau sektor apa yang kira-kira bisa di majukan di pasar. Setelah saya yakin bahwa ubi madu cukup memiliki peluang, ya sudah saya jalankan."

Kebetulan Nykko bertemu dengan kawan lama, Ali Akbar, yang memiliki lahan pertanian di daerah Cilembu, Sumedang. Gayung bersambut, akhirnya mereka berkongsi untuk membuka usaha agen ubi madu Cilembu.

Agen Rumah Ubi Madu yang didirikannya itu terletak di Jalan Raya Pasar Kecapi, Jati Warna, Pondok Melati, Bekasi. Selama tiga bulan usaha ini berjalan, ubi madunya telah memikat banyak pelanggan.

Nykko tidak hanya menjual dan menjadi distributor ubi (mentah), tetapi juga membuka usaha ubi madu oven yang siap santap.

Ubi Cilembu umumnya memang diolah dengan cara di-oven selama kurang-lebih 30-90 menit sempai ubi menjadi lunak dan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. 

"Ubi yang dioven, kesegarannya bisa bertahan 1 hari, lebih nikmat disantap saat manis hangat," kata Nykko.

Selain dibakar atau dioven, ubi cilembu bisa dioleh dalam bentuk kripik, kue, dodol, selai, saus, hingga tepung.

Nykko juga membuka peluang franchise bagi yang ingin mencoba berwirausaha. Bagi yang penasaran, bisa menengoknya di Instagram @rumahubimadu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya