Berita

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia/Repro

Kesehatan

Kasus Aktif Turun Hingga PPKM Mikro Tahap Ketiga, Satgas: Dari 7 Provinsi Jawa Tengah Masih Naik

RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 14:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Angka kasus positif aktif Covid-19 selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro cendrung menurun dibeberapa provinsi yang menerapkan.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menerangkan, hingga kemarin  jumlah kasus aktif tercatat sebanyak 158.604 kasus, atau sebesar 12,2 persen dari total kasus positif diseluruh Indonesia sejak Maret lalu yang sebanyak 1.298.608 kasus.

Namun, Wiku menyatakan fluktuasi angkanya berbeda di tujuh daerah yang menerapkan PPKM Mikro selama kurun waktu 5 minggu ini.


"Tren menurun (di daerah) PPKM di tahap ketiga atau minggu kelima terlihat di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali dan DI Yogyakarta. Khusus Jawa Timur tren menurun sudah terlihat sejak PPKM tahap kedua," terang Wiku dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia dan dikutip pada Rabu (24/2).

Sementara, satu provinsi lainnya yaitu Jawa Tengah masih belum memperllihatkan perbaikan usai diterapkan PPKM Mikro selama lima minggu ini.

"Namun di Jawa Tengah trennya terlihat fluktuatif dan cenderung meningkat. Bahkan hal ini terlihat sejak PPKM tahap pertama," sambung Wiku.

Meski demikian, Satgas memastikan perkembangan secara umum PPKM Mikro ini menunjukkan hasil yang baik, berdasarkan pada empat indikator yang ditetapkan. Yakni kasus aktif menurun, kesembuhan meningkat meskipun kematian sedikit menurun, serta keterisian tempat tidur pasien pun menurun

"Perkembangan kasus aktif secara umum masih fluktuasi, dimana rata-rata baru menunjukkan penurunan pada periode PPKM tahap ketiga," demikian Wiku Adisasmito menambahkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya