Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah/Repro

Dunia

Bantah Isu Indonesia Dukung Pemilu Baru Myanmar, Jubir Kemlu: Posisi Indonesia Tidak Berubah

RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 07:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, membantah pernyataan yang mengatakan bahwa Indonesia mendukung pemilu baru Myanmar. Menurutnya, itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia.

Indonesia berupaya mencari penyelesaian damai di Myanmar yang bersifat proses politik demokrasi inklusif yang melibatkan semua pihak.
"Posisi Indonesia tidak pernah berubah, posisi Indonesia tetap sama," tegas Teuku Faizasyah, dalam keterangan pers virtual Kemlu.

Pernyataan itu sekaligus untuk merespons artikel kantor berita Inggris, Reuters, yang menyebut bahwa Menlu Retno Marsudi mendorong adanya rencana aksi ASEAN mengirim peninjau untuk memastikan junta militer menggelar pemilu dengan adil.

Pernyataan itu sekaligus untuk merespons artikel kantor berita Inggris, Reuters, yang menyebut bahwa Menlu Retno Marsudi mendorong adanya rencana aksi ASEAN mengirim peninjau untuk memastikan junta militer menggelar pemilu dengan adil.

Pada kenyataannya, Menlu masih  menyamakan persepsi dan mengumpulkan pandangan dari Menlu ASEAN lainnya sebelum dilakukan pertemuan khusus Menlu se-ASEAN nantinya, jelas Faizasyah.

"Terlalu dini kalau disebut rencana aksi yang salah satunya menyebutkan seakan-akan mendukung adanya proses pemilu baru di Myanmar," katanya.

Indonesia sudah mengeluarkan satu statement yang sangat jelas terkait perkembangan politik di Myanmar.

"Indonesia juga menggarisbawahi bahwa perselisihan tentang hasil pemilihan umum kiranya dapat diselesaikan dengan mekanisme hukum yang tersedia untuk mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan yang ada."

KBRI Yangon, Myanmar, menjadi sasaran unjuk rasa massa antikudeta pada Selasa pagi, menyusul artikel dari Reuters tersebut. Media sosial Twitter dipenuhi gambar-gambar aksi protes yang membawa poster Aung San Suu Kyi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya