Berita

Tangkapan layar kicauan Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Kicauan Ferdinand Hutahaean Dinilai Bukan Lagi Mengkritik Anies, Tapi Sudah Menyinggung Prinsip Islam

SELASA, 23 FEBRUARI 2021 | 13:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kicauan pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean dinilai terus menyiratkan perpecahan berbau SARA oleh aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga.

Sebelumnya, Andi Sinulingga mempermasalahkan kicauan Ferdinand Hutahaean yang menyebut Anies tidak pantas untuk bermimpi menjadi presiden RI dan lebih pantas jadi presiden di Yaman.

Baca: Lagi, Kicauan Ferdinand Hutahaean Tentang Anies Baswedan Dan Hadramaut Berbau Rasisme Dan Berbahaya

Kali ini kicauan Ferdinand soal Anies dinilai kembali kebablasan. Bahkan bagi Andi Sinulingga, kicauan mantan kader Demokrat yang kini jadi pendukung pemerintah itu dianggap telah menyinggung agama Islam.

Adapun kicauan Ferdinand yang dipermasalahkan kali ini berbunyi, “Atas izin Allah juga banjir itu terjadi. Makanya lu ga usah kerja, semua sudah diatur oleh Allah”.

Pernyataan itu mengomentari sebuah berita berjudul “Anies: Atas Izin Allah Banjir 99,9% Surut pada Minggu, Hari Ini 100% Surut”.

Bagi Andi Sinulingga, pernyataan Ferdinand sudah masuk dalam kategori penghinaan atas nila-nilai keagaamaan. Bahkan bisa juga disebut intoleran atas penggunaan kara-kata insyaAllah.

“Di mana kedudukan kata-kata itu tinggi di dalam Islam,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/2).

Kepada Ferdinand, Andi Sinulingga menjelaskan bahwa orang Islam harus bicara InsyaAllah untuk menundukkan kesombongan diri. Kata ini diwajibkan dalam Islam agar manusia tidak kemudian menjadi takabur.

“Kenapa ditafsirkan yang aneh-aneh sekehendak diri anda bung? Anda kan katanya toleran pada agama lain? Sehat bung?” tutur Andi.

Lu bukan lagi mengkritik Anies, tapi sudah masuk menyinggung pada hal-hal yang prinsip di dalam Islam,” tutupnya.

Populer

China Batalkan Ribuan Penerbangan di Tengah Rumor Kudeta Xi Jinping

Minggu, 25 September 2022 | 11:59

Bawa Keranda dan "Kardus Durian" ke Gedung Merah Putih, Gemas NU Minta KPK Tangkap Cak Imin

Rabu, 28 September 2022 | 13:44

Data Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Masih Berbeda, Susi Pudjiastuti: Beri Angka yang Sejujurnya dan Sebenarnya!

Senin, 03 Oktober 2022 | 10:17

Mengenal Li Qiaoming, Jenderal yang Dirumorkan Jadi Dalang Kudeta Xi Jinping

Minggu, 25 September 2022 | 14:02

Muncul Rumor Xi Jinping Dikudeta Militer dan Berada dalam Tahanan Rumah

Minggu, 25 September 2022 | 06:08

Dituduh Kriminalisasi Anies, Firli Bahuri: Kerja KPK Diuji di Pengadilan, Bukan Hasil Opini

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 18:24

Sayangkan Ade Armando, Bank Mandiri: Menyesatkan dan Mengaburkan Inti Permasalahan

Senin, 26 September 2022 | 21:55

UPDATE

PBB: Swiss Memiliki Masalah Rasisme Sistemik

Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:55

Di Liga Champions, Suporter Bayern Muenchen Bentangkan Spanduk Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:41

Berusia 77 Tahun, Jokowi Minta TNI Tingkatkan Profesionalitas

Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:36

Perubahan yang Kita Mau

Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:21

Tepis Kritikan Soal Inefektifitas Sanksi Rusia, McGuinness: Itu Hanya Propaganda

Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:17

Pilot RDG Airlines Dicecar KPK Soal Penggunaan Private Jet Lukas Enembe

Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:13

Marine Le Pen Ingin Pemerintah Prancis Menutup Lebih Banyak Masjid

Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:56

Tragedi Kanjuruhan, Demokrat: Aneh Jika Ratusan Nyawa Melayang Tak Ada yang Jadi Tersangka

Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:52

Adhie Massardi Desak Menko Mahfud Hentikan Investigasi Ngaco PSSI

Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:51

Ketum PAN: Paling Gampang Jual Suku, Ras, Agama di Politik...

Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:28

Selengkapnya