Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bicara di hadapan wartawan usai mengunjungi pengungsi di GOR Otista, Jakarta Timur/RMOL

Suluh

Banjir Jakarta Surut Satu Hari Karena Kritikan Disikapi Dengan Elegan

SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 19:27 WIB | OLEH: AZAIRUS ADLU

Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Ibu Kota kemarin menunjukan bahwa meski pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta sudah siaga mengantisipasi, bencana tersebut masih tak terelakkan.

Publik yang pada dasarnya susah puas dengan kinerja pemerintah pun menjadikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kambing hitam lantaran dinilai gagal menghempas bencana 'langganan' yang kerap mampir di Jakarta.

Jagat media sosial ramai dengan kritikan dari publik, tak terkecuali dari politikus-politikus yang berseberangan pandangan dengan Anies, ikut dalam barisan publik yang kecewa.


Banjir menjadi senjata andalan mereka mengkritik, bencana yang terjadi ditujukan kepada satu orang, yakni Anies Baswedan.

Padahal bila ditelaah, tidak sepenuhnya banjir yang terjadi karena Anies gagal dalam bekerja, ada beberapa faktor lain, lebih kompleks, yang sebabkan banjir masih menjadi momok untuk Ibu Kota.

Meski demikian, momen banjir dan kritikan yang bertubi-tubi, bahkan disertai cacian kepada Anies dapat dijadikan pelajaran bersama.

Kritikan yang disikapi dengan tenang, didengar dan dilihat sebagai suatu masukan akan menjadi suplemen untuk pemerintahan, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta untuk lebih memacu kinerja jajaran agar dahaga kepuasan publik bisa terpenuhi.

Anies sebagai Gubernur sudah tepat dalam menyikapi kritikan, tidak ada pembelaan yang tidak masuk akal, tidak ada alasan yang dibuat-buat menyikapi bencana banjir.
Ia dan anak buah memilih bekerja, memacu jajaran pempov, berkolaborasi dengan pihak terkait agar bencana bisa segera diatasi cepat, tepat.

Kritikan dijadikan kayu bakarnya agak api semangat dalam mengatasi bencana membara, yang ujung warga mendapat bantuan, layanan dan tanggung jawab dari pemerintah.

Jajaran bekerja, hingga larut malam di lokasi, memetakan permasalahan, mencari solusi tepat cepat agar bencana bisa segera diatasi, dampaknya bisa diminimalisir dan warga terdampak mendapat bantuan yang cukup.

Saat pejabat yang demokratis dan dewasa dalam berpolitik memimpin, maka tidak boleh ada pengkritik yang dikriminalkan, karena memang sejatinya kritikan, luapan kekecewaan publik adalah bagian dari demokrasi.

Sepertinya Anies paham betul bagaimana demokrasi bekerja, dan bagaimana menanggulangi bencana dengan cepat dan tepat, sehingga dalam tempo satu hari, banjir sudah surut 100 persen.

Pejabat jangan terlena dengan puja-puji, sejatinya bila ingin selalu bekerja dalam performa terbaik, seseorang harus terus dieveluasi, dalam hal ini, kritikan warga akan menjadi bahan bakar agar kinerja bisa selalu terjaga.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya