Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pakar: Tokoh Yang Berkawan Dengan Media Lebih Berpeluang Menangi Pilpres 2024

SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 15:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski perhelatan Pemilihan Presiden akan digelar pada 2024 mendatang, partai-partai politik sudah mulai pasang kuda-kuda bahkan melakukan manuver politik untuk memperkuat posisi tawarnya.
Sementara itu, kandidat-kandidat potensial sudah ramai menghiasi berita media mainstream maupun media sosial.

Kantor Berita Politik RMOL telah mencatat, setidaknya ada 24 tokoh nasional yang berpotensi maju dalam Pilpres 2024. Atau setidaknya sering disebut-sebut di berbagai platform sebagai tokoh yang layak jadi Presiden RI untuk periode 2024-2029.

Terkait hal ini, pakar politik UNSIKA, Dadan Kurniansyah, menyampaikan pandangannya.

Terkait hal ini, pakar politik UNSIKA, Dadan Kurniansyah, menyampaikan pandangannya.

“Hal tersebut biasa saja dan luar biasa,” kata Dadan kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (22/2).

Disebut biasa saja, karena menurut Dadan setiap orang memiliki hak konstitusional yang dilindungi UU.

“Sebagai WNI mereka berhak dipilih dan memilih,” ujar Koorprodi Ilmu Pemerintahan UNISKA itu.

Ia menilai 24 tokoh tersebut sangat memungkinkan ikut bersaing dalam perhelatan Pilpres 2024, mengingat mereka memiliki jaringan yang cukup untuk membuat ikatan-ikatan emosional dengan publik.

Selain itu, lanjut Dadan, tokoh-tokoh seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, AHY, dan tokoh-tokoh nasional lainnya memiliki kecukupan finansial atau setidaknya mampu melakukan lobby untuk menjalani proses demokrasi prosedural.

Mereka pastinya mengambil contoh dari Pak Jokowi yang hanya orang biasa, pengusaha meubel dan hanya mantan Walikota bisa jadi Presiden berkat "dukungan media".

"Jadi saya meyakini benar, (tokoh yang) banyak berkawan dengan media dipastikan peluangnya lebih besar menjadi Presiden 2024," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya