Berita

Gambar tangkap layar hasil survei Parameter Politik Indonesia soal kepuasan masyarakata dari segmen partai politik atas kinerja Presiden Joko Widodo/Repro

Politik

Konstituen Gerindra, PKS dan Demokrat Mayoritas Tidak Puas Dengan Kinerja Jokowi Jelang 1,5 Tahun Terakhir

SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 14:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo cukup baik jika dilihat secara umum. Tapi tidak menyeluruh jika diamati dari segmen pemilih (konstituen) partai politik.

Begitulah hasil dari survei Parameter Politik Indonesia yang digelar 3-8 Februari 2021 kepada 1.200 responden yang diwawancara melalui telpon, dan dirilis pada Senin (22/2).

Bedasarkan temuan umumnya, Parameter Politik Indonesia mencatat jelang 1,5 tahun kepemimpinan Jokowi jilid II tingkat kepuasan terhadap Presiden 65,4 persen. Sementara yang tidak puas cukup rendah yaitu 29,1 persen.


"Meski mayoritas merasa puas, namun ada beberapa segmen masyarakat yang cendrung besar ketidakpuasannya," terang Parameter Politik Indonesia dalam rilisnya.

Jika dirinci, segmen masyarakat yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi ada  di tiga konstituen partai politik. Di antaranya, konstituen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 64,1 persen, konstituen Partai Gerindra 44,2 persen dan konstituen Partai Demokrat 46,1 persen.

Sementara itu, konstituen sembilan partai lainnya cendrung puas dengan kinerja Jokowi. Misalnya, sebanyak 88,2 persen konstituen PDIP puas, sementara 9,8 persen tidak puas.

Kemudian, 64,2 persen konstituen Partai Golkar puas dan 33,6 persen tidak puas. Dari konstituen PKB ada 77,2 persen puas dan 17,8 persen tidak puas. Para konstituen Nasdem 73 persen puas dan 19,9 persen tidak puas.

Adapun konstituen PAN 54,4 persen puas dan 39,7 persen tidak puas, PPP 60,7 persen puas dan 8,6 persen tidak puas, Perindo 60,7 persen puas dan 33,9 persen tidak puas, PSI 80,4 persen puas dan 15,5 persen tidak puas, serta Hanura 81,5 persen puas dan 7,2 persen tidak puas.

Selain dari segmen konstituen partai politik, ada satu kalangan lain serta tiga daerah dan organisasi massa yang juga tidak puas dengan kinerja Jokowi.

Rincian persentasenya adalah, kalangan pendidikan 44,2 persen tidak puas, simpatisan FPI 66,6 persen, warga Muhammadiyah 50,2 persen serta organisasi kepemudaan 65 persen tidak puas.

Parameter Politik mencatat, margin of error survei yang dilakukan dengan metode telpon ini kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya