Berita

Analis politik Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun/RMOL

Hukum

Korupsi Terjahat Di Indonesia, KPK Harus Tangkap Aktor Kuat Koruptor Bansos

JUMAT, 19 FEBRUARI 2021 | 10:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Korupsi bantuan sosial (Bansos) saat bencana mendera rakyat tidak mungkin dilakukan seorang Menteri karena paham risikonya hukuman mati.

Analis politik Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun mengatakan tidak mungkin seorang menteri melakukan korupsi Bansos atas inisiatif sendiri.

"Tetapi jika ada seorang menteri berani melakukan korupsi Bansos ditengah rakyat menderita itu artinya tidak mungkin dilakukan sendiri," ujar Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/2).


Menurut Ubedilah, ketika Juliari Peter Batubara (JPB) berani melakukan korupsi saat menjabat sebagai Menteri Sosial, bisa ditafsirkan adanya semacam dukungan politik dari orang kuat yang menjamin keselamatannya.

"Pertanyaannya siapa orang kuat itu? Itulah tugas KPK untuk membongkar aktor-aktor dari pelaku korupsi paling jahat sepanjang sejarah republik ini," kata Ubedilah.

Akan tetapi masih kata Ubedilah, dalam perspektif politik, orang kuat di suatu negara biasanya mereka para oligarki politik.

"Ada lingkaran kelompok politik paling kuat di sekitar Istana. Biasanya oligarki politik ini bersekongkol dengan oligarki ekonomi untuk mengendalikan negara termasuk mengendalikan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan," jelas Ubedilah.

Dengan demikian, Ubedilah berharap bahwa KPK dan kekuatan civil society untuk bersatu membongkar secara tuntas para aktor korupsi paling membuat semua orang marah ini.

"Jikapun harus menangkap yang ada di oligarki lingkaran istana baik yang berjuluk 'madam' maupun 'anak pak lurah', itu harus dilakukan demi tegaknya Rule of Law. Hukum harus tegak lurus jika ingin negara ini menjadi negara maju dan beradab," pungkas Ubedilah.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya