Berita

Politisi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman/Net

Politik

Benny K Harman: Mempertahankan Aturan Pemilu Lama Adalah Indikator Rezim Otoriter Yang Didukung Cukong

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 04:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keputusan untuk tidak melakukan revisi Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (Pemilu) sama saja melanggengkan kecurangan.

Menurut politisi Demokrat Benny Kabur Harman, keputusan pemerintah untuk tetap mempertahankan UU lama, yakni UU 7/2017 tentang Pemilu makin menunjukkan perilaku rezim yang otoriter.

"Salah satu indikator kunci perilaku rezim otoriter yang didukung para cukong ialah mempertahankan aturan main Pemilu lama yang jelas-jelas melanggengkan kecurangan atau merekayasa aturan main Pemilu yang baru untuk menjegal lawan politik," kata Benny Kabur Harman di akun Twitternya, Selasa (16/2).


Partai Demokrat sendiri menjadi salah satu parpol yang tegas mendorong revisi UU Pemilu serta revisi UU 10/2016 yang di dalamnya memuat jadwal pemilihan kepala daerah digelar serentak tahun 2024.

Namun demikian, Komisi II DPR RI telah bersepakat untuk tidak melanjutkan pembahasan revisi UU Pemilu.

Kini, pemerintah juga telah menyampaikan sikapnya. Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, pemerintah memastikan tidak menginginkan adanya revisi UU tersebut.

Atas dasar itu, Benny Harman pun meminta publik untuk waspada dengan segala kemungkinan buruk atas dipertahankannya UU Pemilu lama.

"Berjaga-jagalah. Rakyat Monitor!" tandasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya