Berita

Calon Ketua Umum IA ITB periode 2021-2025, Gembong Primadjaja/Net

Politik

Jaga Pluralisme, Caketum IA ITB Ajak Alumni ITB Jaga Persatuan

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 19:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Alumni yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikal Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) diminta menahan diri dan menjaga pluralisme di Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Alumni ITB periode 2016-2020, Gembong Primadjaja, menekankan bahwa isu politik tidak ada dalam Anggaran Dasar Rumah Tangga dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IA ITB.

Sehingga menurut Gembong, IA ITB seyogyanya bergerak dengan yang ada kaitannya dengan pendidikan di kampus. Yaitu teknologi, sains, dan seni.


“Pluralisme sudah menjadi keniscayaan. Tidak perlu lagi diperdebatkan atau dipertentangkan. Dengan adanya pluralisme, rasanya tidak mungkin radikal akan hidup nyaman,” tegas Gembong saat konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (15/2).

Calon Ketua Umum IA ITB periode 2021-2025 ini menambahkan, GAR ITB menjadi sebuah isu besar saat ini karena kurangnya komunikasi dan interaksi satu sama lainnya. Ia menekankan harus ada sosok yang bisa menyediakan waktu yang cukup menjalin komunikasi sehingga mampu meminimalkan perbedaan persepsi antara kelompok di dalam IA ITB.

“Saat ini perbedaan persepsi menjadi PR agar bisa saya jembatani,” ucap caketum IA ITB nomor urut 3 ini.

“Saya berharap teman-teman yang sedang memperjuangkan sesuatu toleransi atau kebhinnekaan tadi, bisa menahan diri agar lebih kondusif buat kita semua,” sambung Gembong, seraya menegaskan dirinya tak termasuk sebagai anggota GAR ITB.

Alih-alih memperdebatkan soal radikalisme, Gembong justru mengajak para alumni yang tergabung dalam IA ITB untuk bersama-sama membangun bangsa dan mendongkrak ranking ITB di Asia hingga dunia.
Keberadaan IA ITB menurutnya harus mampu menjadi kanalisasi dan optimalisasi alumni dalam berkarya membangun Indonesia menjadi lebih hebat.

Salah satu platform yang siap dijalankan Gembong jika terpilih sebagai Ketum IA ITB periode 2021-2025 adalah mengembangkan ‘Indonesianisme Summit’.

“Program (Indonesianisme Summit) ini sudah berjalan lima tahun. Ke depan kegiatan IA, memang juga harus memanfaatkan teknologi digital agar bisa memperluas cakupan kegiatan dan alumni lebih luas dari 130 ribu lebih alumni, saat ini belum bisa kita lakukan kegiatan apapun yang cukup besar. Evaluasi kedepan kita ingin memanfaatkan teknologi untuk interaksi komunikasi satu sama lain,” papar alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1986 ini.

Selama menjabat Sekjen IA ITB, Gembong tercatat telah menyelenggarakan Indonesianisme Summit pada 2017, 2018, dan 2019. Acara tersebut bahkan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah anggota kabinet.

Indonesianisme Summit berhasil mewujudkan kerja sama antara perusahaan start up milik alumni dan menampilkan produk teknologi kreasi Anak Bangsa.

Selain Indosianisme Summit, hal lain yang juga jadi fokus Gembong yaitu pengefektifan kas dana alumni. Kas akan diputar pada bisnis-bisnis alumni yang membutuhkan, dikelola tanpa bunga berdasarkan kerjasama dengan sharing hasil.

“Universitas-universitas di dunia, diskursus antara para alumninya adalah bagaimana membangun kekuatan ekonomi dari kekuatan teknologi atau produk atau science. Tantangannya, membangun tekonogi, membangun entrepeurship di antara kalangan alumninya,” jelasnya.

Gembong pun memastikan dirinya akan menjembatani kepengurusan IA ITB periode 2021-2025 dengan kepengurusan-kepengurusan sebelumnya, untuk menjadikan ITB dan Indonesia lebih baik.

“Alumni ITB bersatu tinggalkan perbedaan antara kita, sama-sama alumni ITB, mempunyai misi yang sama sama yaitu membangun bangsa,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya