Berita

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla/Net

Politik

JK Tak Percaya Pada Itikad Baik Jokowi Minta Dikritik

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 16:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketika tokoh sekelas mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mempertanyakan cara merespons keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dikritik tanpa harus berurusan dengan aparat keamanan, menunjukkan kalau kepercayaan publik terhadap pemerintah makin luntur.  

"Artinya JK pun tak percaya pada itikad baik Jokowi. Sambutan pada acara Ombudsman hanya basa basi, menyesuaikan diri dengan fungsi Ombudsman," kata pemerhati politik, M Rizal Fadillah, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/2).

Menurut Rizal, UU ITE itu serupa dengan UU Anti Subversi pada era Orde Baru (Orba). Bahkan, kini lebih terkepung lagi dengan penafsiran luas UU Anti Diskriminasi, UU Kekarantinaan Kesehatan, hingga KUHP soal penghasutan dapat diterapkan.

"Artinya kritik dapat dibiaskan dengan hate speech (ujaran kebencian), hoax, penghasutan, bahkan makar," sesalnya.  

Sehingga Rizal menilai ungkapan Presiden Jokowi tidak mudah untuk diterima sebagai goodwill perubahan sikap Pemerintah tentang demokrasi di Indonesia.

Lebih jauh, Rizal berpandangan kalau demokrasi di Indonesia masih terkendala, terkendali, bahkan terpimpin. Civil society masih jauh dari harapan. Menunjukkan superioritas penguasa.

"Bukti bahwa benar kritik menjadi terbuka adalah menghapus UU ITE atau merevisi ke arah yang lebih demokratis dan menghormati HAM. Penegak hukum harus mengubah paradigma penegakan hukum. Tanpa ada perubahan, keterbukaan kritik hanya omong kosong. Rakyat kadung sudah tidak percaya," sambungnya.

"JK sangat faham tentang karakter Jokowi dan lingkaran elitenya," demikian Rizal.

Populer

PDIP: Daripada Beli Peternakan Di Belgia, Erick Thohir Sebaiknya Kelola BPTUHPT Padang Mengatas

Senin, 19 April 2021 | 14:47

Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik

Senin, 19 April 2021 | 19:19

Rocky Gerung: Bocoran Bambang Brodjonegoro Menunjukkan Presiden Memang Cuma Petugas Partai

Selasa, 13 April 2021 | 12:50

Natalius Pigai: Sejak Dilantik Jubir Presiden, Baru Kali Ini Komentar Fadjroel Terbaik

Senin, 19 April 2021 | 00:38

Erdogan Marah Dijuluki Diktator, Turki Langsung Bekukan Pembelian Helikopter Dari Italia

Senin, 12 April 2021 | 08:45

Pilih Jalur PTUN Terkait Demokrat, Moeldoko Diprediksi Akan Temui Jalan Buntu

Sabtu, 17 April 2021 | 19:42

Soal Perkara Habib Rizieq, Untung Pandemi, Kalau Tidak Masyarakat Sudah Tumpah Karena Marah

Sabtu, 17 April 2021 | 22:14

UPDATE

Sirene Serangan Rudal Terdengar Di Dekat Dimona, Pusat Nuklir Israel

Kamis, 22 April 2021 | 08:28

Menang Tipis Atas Aston Villa, City Cuma Butuh 8 Poin Untuk Angkat Trofi Juara

Kamis, 22 April 2021 | 08:22

Menko Airlangga Apresiasi Dukungan Komunitas Sukseskan Vaksinasi Lansia

Kamis, 22 April 2021 | 08:21

Australia Batalkan Kesepakatan Belt And Road Initiative, China: Yang Rugi Mereka Sendri

Kamis, 22 April 2021 | 08:19

Beranikah Joe Biden Tepati Janji Menjadi Presiden AS Pertama Yang Akui Genosida Armenia?

Kamis, 22 April 2021 | 07:59

Sekjen PDIP: Apa Yang Dicanangkan Nadiem Makarim Perlu Mendapat Dukungan

Kamis, 22 April 2021 | 07:53

Hotel Di Pakistan Tempat Dubes China Menginap Diserang Bom, 11 Orang Tewas

Kamis, 22 April 2021 | 07:43

Nikmati Sensasi Menunggang Gajah Sarma

Kamis, 22 April 2021 | 07:43

Nanggala-402 Dipesan Di Zaman Soeharto Dan Sempat Diperbaiki Di Era SBY

Kamis, 22 April 2021 | 07:40

”Warisan” Kejuangan Kakek

Kamis, 22 April 2021 | 07:22

Selengkapnya