Berita

Kecapung atau dragon fly/Net

Jaya Suprana

Filologi Kinjengomologi

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 14:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAHABAT merangkap mahaguru menulis saya, DR. Nasir Tamara selalu memanggil saya Mas Kanjeng, maka saya teringat kepada sesosok mahluk yang menarik untuk dipelajari yaitu kinjeng.

Leksikal


Jelas bahwa kinjeng sangat menarik dibahas secara entomologis. Namun ternyata kinjeng juga menarik dibahas bukan secara filologis khusus lintas-bahasa. Sebagai kata bahasa Jawa, kinjeng tidak masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia.


Kata yang masuk ke KBBI adalah capung yang dimaknai sebagai serangga yang bersayap dua pasang dan berbadan panjang (sering menjadi mangsa burung) dengan sinonim sepatung dan sibur-sibur.

Kinjeng tidak dipilih masuk KBBI mungkin agar jangan keliru sebut dengan Kanjeng yang merupakan gelar kebangsawan Kraton Solo dan Yogya.

Namun ternyata Wikipedia bahasa Jawa menganggap kinjeng perlu dibahas sebagai berikut Kinjeng (utawa semprang, coblang, kotrik, Dodok Erok, Tete Iyek) lan kinjeng dom iku golongan gegremet kang kagolong ing bangsa Odonata. Kinjeng wujud salah sijiné wujud kéwan kang mbajak ing akasa.

Rong macem gegremet iki arang ana ing papan kang adoh karo banyu, papané kanggo ngendhog lan ngentèkaké wektu pra-diwasa anak-anaké
.

Sementara kinjeng dalam bahasa Sunda disebut papatong yang diulas Wikipedia: Papatong téh  insékta  nu asup kana ordo Odonata, subordo  Epiprocta , jeung, dina jihat husus, infraordo Anisoptera. Cirina nyaéta  panon majemuk  nu badag, dua pasang  jangjang  ngalangkang, sarta tungtung awak nu panjang. Kadaharan papatong ilaharna mah reungit, laleur, nyiruan, kukupu, sarta sarupaning insékta leutik lianna.

Dalam bahasa Tagalog kinjeng disebut tutubi yang diulas sebagai berikut Ang tutubi o alitonton ay isang uri ng kulisap. Ito ay karaniwang naninirahan malapit sa mga lawa at ilog. Sila ay karaniwang kumakain ng mga lamok, langaw at ibang maliliit na mga bubuyog at paruparo.

Ensiklopedikal

Akibat paras wajah memang sangar maka Kinjeng dalam bahasa Inggris disebut sebagai dragonly dimaknai oleh Oxford Dictionary: an insect with a long, thin body, often brightly coloured, and two pairs of large transparent wings. Dragonflies are often seen over water yang diulas oleh Ensiklopedia Britannica : Dragonfly, (suborder Anisoptera), also called darner, devil’s arrow, or devil’s darning needle, any of a group of roughly 3,000 species of aerial predatory insects most commonly found near freshwater habitats throughout most of the world. Damselflies (suborder Zygoptera) are sometimes also called dragonflies in that both are odonates (order Odonata).

Sementara ensiklopedia Kanada menerawang dragonflies have large, compound eyes, well-developed mouth parts and 2 pairs of membranous wings, with hindwings wider at the base than forewings. Larvae are aquatic, but lack tail gills. They obtain oxygen by taking water into the hindgut; rapid expulsion of this water allows them to< propel themselves. Eggs are usually deposited in water or in aquatic vegetation. Larval life may last 1-3 years or more and feed on many kinds of aquatic insects including the larvae of mosquitoes. The transformation from drab, aquatic larva to brightly coloured, aerodynamically adept, terrestrial adult is dramatic. Adults feed o >many kinds of flying insects.

Tafsir

Aneka ragam tafsir siap disimpulkan dari pengamatan leksikal maupun ensiklopedial terhadap kinjeng. Antara lain bahwa kinjeng disebut dengan sebutan yang terkait bentuk sebagai serangga bersayap ganda dan bertubuh panjang yang diasosiasikan berbagai bentuk mulai dari jarum yang realistis maupun naga yang mistis.

Di dalam bahasa Inggris, kinjeng dikaitkan naga di samping juga panah dan jarum-sulam iblis. Sementara bahasa Jawa kreatif menafsirkan bentuk kinjeng ke beraneka ragam istilah beraroma onomatopoeiatis mulai dari Semprang, Coblang, Kotrik, Dodok Erok sampai Tete Iyek.

Masing-masing istilah Jawa terkait kinjeng potensial menimbulkan kesan tersendiri masing-masing yang sangat menarik untuk disimak. Masyarakat Jawa Milineal kreatif menciptakan terminologi baru pesaing istilah Kupu-Kupu Malam yaitu Kinjeng-Kinjeng Kenes.

Suasana indah terkandung di dalam bahasa Jerman untuk kinjeng yaitu libelle. Mirip bahasa Prancis libellule atau bahasa Spanyol dan Portugis libelula yang semuanya berakar pada bahasa Latin libellula.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya