Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)/RMOL

Hukum

Jaga Marwah Wakil Rakyat, KPK Perlu Usut Dugaan Jual Beli Proyek Di Indramayu

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 13:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Permainan jual beli proyek oleh para pejabat sudah bayak terjadi baik di daerah maupun di pusat. Oleh karenanya, butuh ketegasan dari aparat hukum terkait untuk memberantas kasus tersebut.

"Kasus ini sudah banyak terjadi, di mana kasus jual beli proyek, atau proyek-proyek pemerintah sudah dikondisikan. Karenanya ini menjadi ranah penegak hukum, KPK maupun kepolisian harus segera turun tangan untuk mengusut dan menyelidiki kasus tersebut,” kata pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Muhammad Iqbal Syafrudin kepada wartawan, Senin (15/2).

Hal tersebut ditegaskan Iqbal berkenaan dengan munculnya isu dugaan jual beli proyek yang menyasar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu, Saefudin.


Dalam hal ini, Iqbal meminta para pejabat negara agar senantiasa menjaga etika dan sumpah jabatannya untuk tidak melakukan praktik-praktik yang merugikan negara. Apalagi untuk kepentingan pribadi dan untuk memperkaya diri semata.

"Marwah pejabat negara, termasuk juga wakil rakyat jangan sampai dirusak oleh oknum-oknum yang hanya mementingkan pribadinya saja,” jelasnya.

Isu dugaan jual beli proyek sebelumnya disampaikan LSM Forum Bayangkara Indonesia (FBI). Ketua FBI Alung menyebutkan, istri Saefudin, Ida pada 2019 diduga mengerjakan proyek di wilayah Cantigi Kulon dengan anggaran kurang lebih 4 sampai 6 miliar bersamaan dengan kegiatan milik Zul yang kini menjadi narapidana.

Namun demikian, tudingan tersebut telah dibantah Saefudin. Ia juga membantah bahwa dirinya pada tahun 2019 bermain proyek dari dana aspirasi anggota DPRD dengan jumlah 140 paket.

“Setiap anggota telah disumpah guna melaksanakan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Informasi yang mengatakan kalau seluruh anggota DPRD Indramayu tahun 2019 terlibat jual-beli proyek itu bohong besar,” kata Syaefuddin ketika dikonfirmasi wartawan.

Saefudin sendiri telah diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu, Jawa Barat tahun anggaran 2019.

Ia diperiksa KPK pada Sabtu kemarin (13/2) untuk tersangka anggota DPRD Jawa Barat 2019-2024, Abdul Rozaq Muslim.

Selain Saefudin, KPK juga memanggil empat saksi lain untuk tersangka Rozaq, yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Yerry Yanuar; Kepala Subbidang Perencanaan dan Pendanaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, R Bela Bakti Negara; serta dua saksi dari swasta, Agus Suprapto dan Cucu Suhendar.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya