Berita

Ilustrasi vaksinasi/Net

Politik

Penolak Vaksin Tak Dapat Bansos, Gerindra: Harusnya Beri Sosialisasi, Bukan Sanksi

SENIN, 15 FEBRUARI 2021 | 02:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Butir ancaman dalam aturan vaksin yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo dalam Perpres 14/2021 disorot Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani meminta agar pemerintah lebih mengedepankan sosialisasi dibanding ancaman kepada masyarakat.

"Seharusnya memang tidak perlu ada ancaman atau pemaksaan buat vaksin karena itu hak asasi," ungkap Rany saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (14/2).


Dalam Perpres tersebut, setidaknya ada ancaman sanksi administratif bahwa bila masyarakat menolak ikut vaksinasi, maka pemberian abntuan sosial (bansos) akan dihentikan.

Di sisi lain, Rany mencermati bahwa adanya penolakan vaksin terjadi karena masih minimnya pengetahuan di masyarakat. Hal inilah yang harus disikapi pemerintah, alih-alih memberi sanksi.

"Seharusnya diimbangi juga dengan adanya sosialisasi maupun penyuluhan yang menjelaskan tentang perlunya kita mensukseskan pemberian vaksin ini," tandas Rany.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya