Berita

Iwan Fals/Net

Politik

JK Pertanyakan Cara Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi, Iwan Fals: Lha Iya Ya...

MINGGU, 14 FEBRUARI 2021 | 03:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Musisi legendaris Virgiawan Listanto alias Iwan Fals merespons pernyataan eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mempertanyakan soal bagaimana cara masyarakat mengkritik Presiden tapi tak ditangkap polisi.

Respons pelantun lagu "Bongkar" tersebut diunggah melalui akun Twitter pribadinya @iwanfals yang dikutip Redaksi, Sabtu (13/2).

"lha iya ya, bagaimana ya pak," tulis Iwan Fals.


Cuitan Iwan Fals itu pun langsung diserbu warganet.

Ada bermacam solusi yang ditawarkan warganet terkait cara aman mengkritik pemerintah tanpa khawatir berurusan dengan aparat kepolisian.

"Pake kromo inggil..., lues.. Santun..., pelaaan buanget..., sampe ngantuk dengerinnya... Pasti enggak akan ada yang laporin ke polisi... Ya kan... Gitu kan maunya... Hayoooo," tulis akun @oykzch.

"Mungkin kritik nya dalam hati aja pak JK yang terhormat," komentar akun @mamantripaba.

"Caranya ke kantor polisi dl ...lapor kalau mau kritik pemerintah..kalau sudah diberi ijin, baru boleh kritik..gitu kali ya...," sambung akun @ayinguda.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Politik RMOL, Jusuf Kalla angkat bicara soal keinginan pemerintah untuk dikritik oleh masyarakat. Lantas JK bertanya bagaimana cara menyampaikan kritik namun aman dari panggilan pihak Kepolisian.

"Beberapa hari lalu Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah. Tentu banyak yang ingin melihatnya bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi?" kata JK saat menjadi pembicara di acara 'Mimbar Demokrasi Kebangsaan' yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat malam (12/2).

Menurut dia dalam pelaksanaan demokrasi yang baik dibutuhkan kontrol terhadap pelaksanaan pemerintahan. Ia pun meminta PKS, sebagai partai oposisi, agar melaksanakan kewajiban untuk mengawasi pemerintahan.

"Tanpa ada kontrol, demokrasi tidak berjalan," ucapnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya