Berita

Peletakan batu pertama pembangunan perumahan Polri oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo/Ist

Presisi

Pimpin Peletakan Batu Pertama Perumahan Polri, Listyo Sigit Tekankan Penerapan Protokol Kesehatan

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 16:31 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Pasca gempa bumi di Sulawesi Barat, bantuan terus mengalir untuk para korban termasuk para anggota Polri sendiri yang terkena dampaknya.

Untuk Polda Sulbar sendiri bantuan yang diterima berupa 50 unit rumah hunian tetap dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Bantuan ini diberikan bukan tanpa alasan. Pasalnya asrama yang berada di Mapolda sudah tidak layak huni sehingga diganti dengan bangunan baru yang dibangun khusus untuk anti gempa.


Selain Polri, masyarakat juga dijatah 50 unit rumah yang diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Sulbar sebagai bentuk peduli dan tanggap bencana.

Sementara itu peletakan batu pertama pembangunan rumah hunian ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungan perdananya ke Polda Sulbar, Jumat (12/2).

Dikesempatan yang sama, Gubernur Nulsel Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyebutkan, pasca gempa pihaknya langsung menyalurkan bantuan sebagai support dan kepedulian serta turut merasakan kepedihan para korban.

Bangunan ini dibangun khusus anti gempa dengan target pembangunan 90 hari dan akan dipercepat menjadi 60 hari kerja ke depan sehingga bisa langsung dihuni.

Bersamaan dengan itu, Kapolri sendiri dalam sambutannya, mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuannya kepada para korban di Sulbar.

Diakhir sambutannya, Kapolri juga berharap agar seluruh pihak tetap solid serta meningkatkan persaudaraan dan tetap waspada terkait ancaman Covid-19 untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi saat ini.

“Terus saling mengingatkan dan jangan lalai sehingga kita dapat menekan angka Covid-19 di wilayah agar kondisi kembali stabil,” tutur Kapolri.

Selanjutnya kegiatan peletakan batu pertama ini ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustaz kondang Das’ad Latif.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya