Berita

DPP KNPI menggelar Konferensi Pers tolak rasisme di DPP KNPI/Ist

Pertahanan

KNPI: Kalau Rasisme Tak Dihentikan, Bisa Bahaya

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 19:13 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendesak Mabes Polri memanggil dan memeriksa Abu Janda atas dugaan rasis dan ujaran kebencian.

Wakil Ketua Umum DPP KNPI Amin Ngabilin menyebut pihaknya sudah membuat laporan secara resmi ke kepolisian untuk mengusut tuntas ucapan Abu Janda yang meresahkan.

"Hari ini mungkin kepada kami dari Papua, besok siapa lagi. Kalau tidak dihentikan ini bisa bahaya," ujar Amin saat menggelar konfrensi pers di markas DPP KNPI, Jakarta, Kamis (11/2).


Jangan sampai kata Amin, timbul preseden miring terhadap kepolisian dalam menyikapi persoalan ini.

"Kalau ini tidak disikapi, kami jadi warga negara kelas 3 dinegara ini. Seakan-akan ada perlakuan istimewa kepada Abu Janda," tegasnya.

Amin menyebut, DPP KNPI sudah banyak menampung aspirasi dari pemuda Papua yang ingin ucapan Abu Janda ditindak secara hukum.

"Hari senin depan kita bergerak di Polda Papua Barat. Aksi hari senin ini hanya untuk mengingatkan. Tolong lakukan tindakan tegas," pintanya.

DPP KNPI secara resmi melaporkan Abu Janda pada 28 Januari 2021 atas dugaan rasis dan ujaran kebencian. Sementara itu, Wellem Ramandei (Ketua DPP KNPI) meminta Kapolri yang baru Jenderal Listyo Sigit menjadikan kasus Abu Janda ini sebagai momentum realisasi janjinya.

"Kalau Pak Sigit kemarin bilang hukum akan tajam ke atas, inilah saatnya," tegasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya