Berita

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz/Ist

Nusantara

Crazy Rich Dapat Vaksin Covid-19, Politikus PKS: Kok Bisa Kecolongan?

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 11:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus vaksinasi Covid-19 yang didapat crazy rich Helena Lim dapat sorotan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Abdul Aziz.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta harus segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus pemberian vaksin terhadap Helena Lim ini.

Pasalnya, merujuk aturan yang ditetapkan, tenaga kesehatan menjadi kelompok pertama yang diprioritaskan. Sebab, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19.


Ironisnya, Helena Lim jelas-jelas bukan seorang tenaga kesehatan yang masuk prioritas pemberian vaksin tahap pertama ini.

"Harus diusut apakah benar yang bersangkutan termasuk nakes?" ungkap Abdul Aziz saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (11/2).

"Jika bukan, mengapa bisa kecolongan begitu?" sambung politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Helena Lim jadi sorotan publik usai mengunggah story di akun Instagram pribadinya saat menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Banyak yang mempertanyakan mengapa Helena bisa mendapat vaksin, padahal dia bukanlah tenaga kesehatan.

Helena sendiri dikenal sebagai pengusaha dan penyanyi. Dari pelbagai sumber, dia diketahui merupakan kolektor barang-barang mewah macam tas dan jam tangan.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya