Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Net

Politik

Ubedilah Badrun: Jokowi Tidak Akan Bubarkan Buzzer Karena Kontribusinya Sedang Dinikmati

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 07:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo diyakini tidak akan membubarkan para buzzer karena tengah menikmati kontribusi mereka bagi kekuasaannya.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan, pernyataan Muhammadiyah dan Dewan Pers dianggapnya sudah benar bahwa buzzer merupakan musuh utama pers.

Sebab, narasi buzzer lebih terlihat sebagai pemicu problem, bukan narasi diskursus publik yang membuat demokrasi matang.

"Justru buzzer seringkali merusak kualitas demokrasi," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/2).

Akan tetapi, kata Ubedilah, Presiden Jokowi dinilai memimpin negara semaunya sendiri dan semaunya oligarki. Karena, dalam empat tahun terakhir ini, yang ditunjukkan presiden justru arogansi.

"Tidak mau mendengar pendapat rakyat. Bahkan dalam setahun ini rezim sering bertindak otoriter bersembunyi dibalik pandemi Covid-19," kata Ubedilah.

Dengan demikian, Ubedilah menilai bahwa Presiden Jokowi kemungkinan tidak akan membubarkan para buzzer. Paling mungkin sebatas mengatur buzzer, itupun jika bisa.

“Sebab ia justru menikmati kontribusi buzzer bagi kekuasaannya. Ini yang saya sebut sebagai digital otoritarianism atau mengarah kepada digital dictatorship. Bertindak otoriter dengan menggunakan instrumen digital," terangnya.

"Jangankan Muhammadiyah dan Dewan Pers yang menasehati, Muhammadiyah dengan NU saja tidak didengar kok nasehatnya. Itukan terjadi saat Muhammadiyah dan NU menolak pengesahan UU Omnibuslaw Ciptaker 2020 lalu," pungkasnya.

Populer

Lieus Sungkharisma: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Mengingatkan Saya pada Gerakan Superiman Tahun 2003

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:45

Setelah Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Kini Dikabarkan Menyesal

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:43

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

Sadar dengan Jebakan Utang China, Pemerintahan Baru Samoa Urungkan Proyek BRI

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:01

"Mati Ketawa Cara Mega", Mobil Esemka Saya Yang Umpetin

Jumat, 30 Juli 2021 | 20:53

Bang Yos: Makin Banyak yang Divaksin, Makin Banyak yang Terselamatkan

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:32

Sambangi Rumah Steven, Komandan Lanud TNI AU Merauke Berikan Seekor Babi dan Beras

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:42

UPDATE

Kasus Positif Corona Hari Ini Tinggi Lagi, yang Meninggal Bertambah 1.598 Orang

Selasa, 03 Agustus 2021 | 17:43

Polisi: LP Dugaan Penipuan Dicabut, Anak Akidi Tio Sudah Kembalikan Uang Korban 1,3 Miliar

Selasa, 03 Agustus 2021 | 17:36

Cat Pesawat Kepresidenan Diganti, PKS: Seharusnya Anggaran Dialihkan untuk Bantu Korban PHK

Selasa, 03 Agustus 2021 | 17:36

Pasangan Moeloek Terkonfirmasi Covid-19, Kasatgas IDI Kirim Doa

Selasa, 03 Agustus 2021 | 17:00

Firli Bahuri: SDM KPK Walau Terbatas Tapi Punya Daya Kejut Supaya Orang Tak Mau Korupsi

Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:52

Survei Indostrategic Prabowo Subianto Teratas, Dipepet Ketat Sandiaga Uno dan Anies Baswedan

Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:52

Vaksinasi Presisi Merdeka, Polda NTB Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Tiap Kampus

Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:10

India Akan Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan, Ada Apa?

Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:09

Kukuhkan Penyidik dan Penyelidik Pasca Jadi ASN, Ketua KPK Ingatkan Cita-cita Tujuan Negara

Selasa, 03 Agustus 2021 | 14:08

Dapat Tiket Kemanusiaan, Atlet Belarusia Tsimanouskaya Siap Terbang ke Polandia

Selasa, 03 Agustus 2021 | 14:01

Selengkapnya