Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Nusyirwan Soejono/Net

Politik

Ketua PDIP: Jurus Jitu Jokowi Atasi Banjir Tidak Dijalankan Anies

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 13:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanggulangan banjir Jakarta kembali dikritik. Kritik kali ini datang dari Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Nusyirwan Soejono.

Dia menyayangkan langkah Anies yang tidak menjalankan jurus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengatasi banjir saat menjabat gubernur DKI Jakarta dulu.

"Jurus jitu Pak Jokowi mengatasi banjir DKI tidak dijalankan Anies. Banjir kembali melanda sebagian besar kawasan ibukota negara DKI Jakarta Selasa pagi," ujar Nursyirwan kepada wartawan, Rabu (10/2).


Nursyirwan menyebut cara Jokowi dengan proyek sodetan Kali Ciliwung menuju Banjir Kanal Timur dihentikan. Politikus PDIP ini menyayangkan keputusan yang diambil oleh mantan Mendikbud itu.

Padahal pemerintah sudah punya jurus jitu menangkal banjir yang digagas sejak Jokowi menjabat gubernur DKI. Salah satunya proyek sodetan Kali Ciliwung.

“Sodetan Kali Ciliwung adalah proyek penangkal banjir yang menghubungkan Sungai Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur (KBT). Proyek ini bakal mengalirkan limpahan air sungai Ciliwung ke KBT. Namun sayang, pengerjaannya malah mandek tanpa lanjutan," sesalnya.

Proyek sodetan Kali Ciliwung itu diklaim oleh Nusyirwan telah digagas saat Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2013 silam. Menurutnya, sodetan Kali Ciliwung dinilai efektif untuk menanggulangi banjir Jakarta.

"Pada tahun 2013, Joko Widodo yang kala itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, menggelar rapat bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kala itu menjabat sebagai Presiden RI. Rapat yang digelar di posko penampungan banjir di GOR Otista, Jakarta Timur, awal 2013 itu menyepakati proyek penanggulangan banjir Jakarta sodetan Kali Ciliwung," kata dia.

Nursyirwan mengatakan, pada 2013 silam itu ada pembagian tugas antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Namun langkah proyek sodetan Kali Ciliwung justru berhenti karena adanya persoalan pembebasan lahan.

"Dalam rapat tersebut juga menyepakati bahwa proyek tersebut bakal dikerjakan keroyokan antara pemerintah pusat dan daerah. Pembagian tugasnya, pemerintah pusat lewat Kementerian PU (saat ini PUPR) melakukan pembangunan infrastrukturnya, sementara Pemprov DKI Jakarta menangani masalah pembebasan lahannya," tuturnya.

"Pekerjaan fisik pun dimulai pada tahun yang sama. Sayangnya, pengerjaan proyek tersebut malah mandek tanpa lanjutan, lantaran terganjal pembebasan lahan di daerah Otista, Bidara Cina, yang menjadi tanggung jawab pemda DKI," sambungnya.

Program normalisasi sungai sebelumnya dihapus dalam draf perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza menyampaikan perubahan draf perubahan RPJMD masih dalam tahapan pembahasan serta mengakomodir kepentingan seluruh pihak.

"Nanti kita akan cek semuanya akan kita diskusikan, prinsipnya program RPJMD yang disusun oleh Pemprov DKI Jakarta dibuat sedemikian mengakomodir masukan dari semua pihak, dan kita buat sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat Jakarta," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/2).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya