Berita

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla/Net

Politik

Komisi II Merasa Aneh, Keinginan JK Dan Tjahjo Kumolo Soal Evaluasi Pemilu 2019 Tidak Dijalankan

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 08:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritik dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pasca Pemilu Serentak 2019 seolah diabaikan begitu saja oleh fraksi-fraksi di DPR RI.

Pasalnya, saat ini mayoritas fraksi 'balik kanan' menolak revisi UU Pemilu, yang salah satunya berisi pemisahan Pilkada 2022 dan 2023.

Anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS Mardani Ali Sera merasa heran dengan sikap politik sejumlah fraksi di DPR RI yang belakangan beramai-ramai menolak revisi UU Pemilu. Padahal kritik dari pemerintah, dalam hal ini Mendagri dan Wakil Presiden sebelumnya, sangat mendukung perbaikan pelaksanaan pemilu.


"Sekali lagi, aneh logika yang dibangun," kata Mardani kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (10/2).

Politikus PKS ini menilai, logika yang dibangun oleh fraksi-fraksi di DPR RI dengan menolak revisi UU Pemilu sulit diterima oleh nalar.

Sebab, sejumlah kepentingan politik seperti ambang batas Presiden atau Presidential Threshold (PT) yang tinggi mengakibatkan polarisasi hingga menyerentakkan semua pemilihan di 2024 sangat berisiko baik dalam aspek penyelenggaraan pemilu, juga partai politik itu sendiri.

"Ambang batas presiden yang tinggi 20 persen bahkan membuat masyarakat terbelah. Ambang batas maju Pilkada yang 20 persen juga membuat 67 persen wakil kepala daerah maju melawan Kepala Daerah pada periode berikutnya,” ujarnya.

“Termasuk menyatukan semua pemilihan di 2024 sangat beresiko baik dalam aspek penyelenggaraan, penyelenggara hingga ikatan publik dengan parpol," demikian Mardani.

Peneliti Perludem, Fadli Ramdhanil sebelumnya mengatakan, kritik serta saran yang disampaikan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan mantan Mendagri Tjahjo Kumolo seharusnya diindahkan di masa sekarang ini.

Dia pun menyayangkan sikap dari parpol yang tiba-tiba menarik keinginan untuk membahas RUU Pemilu dengan alasan ingin mendukung keinginan dari presiden atau pemerintah.

"Saya ingin tarik sedikit ingatan kita ke 2019 lalu. Hanya beberapa hari setelah pemilu 2019 selesai, beberapa elit politik saat itu, Wapres JK dan Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan perlu ada evaluasi terkait desain penyelenggaraan pemilu serentak," ujar Fadli saat menjadi narasumber dalam diskusi daring yang digelar Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/2). 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya