Berita

Kim Il Sung/Net

Histoire

Kim Il Sung, Kegigihan dan Pengabdiannya Dalam Membangun Tentara Korea

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 18:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tentara Rakyat Korea atau Korean People's Army (KPA) terbentuk pada 8 Februari 1948. Melihat sejarahnya, pasukan ini sebenarnya sudah ada sejak 25 April 1932 dan disebut sebagai Tentara Revolusioner Rakyat Korea (KPRA).

Kim Il Sung, presiden abadi Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), ada di balik lahirnya KPA ini, ketika Korea berada di bawah pendudukan militer Jepang (1905-1945).
 
Di bawah komandonya, KPA melancarkan perang gerilya berdarah melawan Tentara Kwantung yang berkekuatan satu juta dan membebaskan negara itu pada 15 Agustus 1945.


Meskipun telah bebas, tidak mudah membangun pasukan dalam keadaan di mana perekonomian negara dihancurkan oleh imperialisme Jepang.

Sementara, untuk mewujudkan sebuah negara yang merdeka, dibutuhkan keberadaan tentara nasional sebagai syarat mutlak yang dibutuhkan Korea yang sedang berjuang untuk meraih kedaulatannya. Di saat yang sama, Amerika Serikat telah menempatkan pasukannya dan melancarkan agresinya di bagian selatan Korea, membuat kebutuhan akan pasukan tentara semakin mendesak.

Namun, para faksionalis, pemuja kekuatan besar, menentang pembangunan tentara ini. Mengklaim bahwa tidak perlu membangun tentara sebelum reunifikasi negara, dan tentara nasional tidak dapat dibangun tanpa bantuan negara asing.

Kim Il Sung terus berupaya mewujudkan impiannya membangun pasukan tentara. Ia kemudian menetapkan mendirikan komando pasukan sebagai salah satu dari tiga tugas utama untuk membangun Korea baru bersamaan dengan dibentuknya sebuah partai.

Kim Il Sung mendirikan pasukan yang terdiri dari orang Korea sendiri lewat kebijakannya. Mereka akan dipersiapkan secara politik dan ideologis dengan mewarisi tradisi perjuangan bersenjata anti-Jepang. Ia merekrut putra-putri terbaik yang berasal dari masyarakat umum, petani, pekerja, untuk bergabung dan berlatih bersama para veteran gerilya yang telah dimandatkan sebagai anti-Jepang.

Selama pengabdiannya, Kim Il Sung banyak menorehkan prestasi yang menunjukkan semangat cinta tanah air dan kerja kerasnya demi mewujudkan pasukan.  

Karya-karya yang dia terbitkan pada periode itu menggambarkan betapa kerasnya dia berjuang untuk membangun pasukan, antara lain, Tentang Mendirikan Institut Pyongyang, Menjadi Kader Militer dan Politik yang Sangat Baik, Mari Kita Ciptakan Angkatan Udara Korea Baru, Untuk Membangun Tentara Revolusioner, dan lain-lain.

Dalam membangun pasukan, ia mengarahkan perhatiannya pada pelatihan kader militer dan politik.
Hasilnya, Institut Pyongyang didirikan sebagai lembaga pendidikan militer pertama sekaligus sebagai pangkalan pertama.

Kemudian berdiri Pusat Pelatihan Perwira pada Juli 1946, yang tujuannya untuk pelatihan militer dan pengkaderan politik, serta Sekolah Pelatihan Perwira Keamanan Angkatan Laut pada tahun berikutnya.

Kim Il Sung juga meminta sebagian besar pejuang veteran anti-Jepang untuk menambah personel komando pasukan yang tidak hanya menjadi tulang punggung tentara tetapi juga memainkan peran penting dalam melatih kader militer.

Kepedulian Kim Il Sung terlihat ketika dia harus keluar masuk berbagai lokasi pabrik amunisi di Pyongyang dan pabrik besi Kangson untuk mempelajari seluk beluk amunisi. Kim Il Sung juga berupaya mengatasi kelangkaan amunisi dengan rencananya membuat amunisi sendiri.

Berkat kepemimpinannya yang luar biasa, negaranya berhasil memproduksi senjata modern seperti senapan mesin ringan dan granat tangan serta membangun kapal angkatan laut. Tidak ada negara lain di dunia yang secara bersamaan membangun tiga layanan angkatan bersenjatanya dan industri amunisi independennya sendiri dari nol, dengan waktu yang sesingkat itu.

Seorang Kim Il Sung mampu menciptakan keajaiban yang belum pernah dicapai negarawan mana pun. Ia sangat percaya pada rakyatnya dan memberikan permainan terbaik untuk kekuatan mereka.

Apa yang dilakukan Kim Il Sung akhirnya berbuah manis. Pada 8 Februari 1948, sebuah parade militer akbar digelar di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Momen itu sekaligus memproklamirkan lahirnya Tentara Rakyat Korea.

Dalam perang Korea (1950-1953) yang pecah selama dua tahun, Tentara Korea berhasil mengalahkan AS, negara yang selama ini membanggakan diri sebagai yang 'terkuat' di dunia. Peristiwa itu sekaligus menggagalkan ancaman militer dan provokasi AS.

KPA telah menunjukkan kepada seluruh dunia besarnya kekuatan yang dimilikinya, sebagai tentara yang tak terkalahkan. 

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya