Berita

Patung gagah Jenderal Theodoros Kolokotronis berdiri di taman di bawah benteng Kota Nafplion, Yunani/Net

Histoire

Theodoros Kolokotronis, Patriot Terkemuka Dalam Perang Kemerdekaan Yunani 1821–1829

JUMAT, 05 FEBRUARI 2021 | 06:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Patung gagahnya berdiri di taman di bawah benteng Kota Nafplion. Sejarah mencatat, dia termasuk di antara tokoh-tokoh paling menonjol dalam Perang Kemerdekaan Yunani (1821-1829).

Jenderal Theodoros Kolokotronis dikenal sebagai simbol pamungkas, klan yang kuat dan dihormati di Arcadia. Kebanggaan dan pembangkangan legendaris masyarakat saat itu diperingati dalam lagu rakyat terkenal pada masanya:

Di atas kuda mereka pergi ke gereja,
Di atas kuda mereka mencium ikon,

Di atas kuda mereka mencium ikon,
Di atas kuda mereka menerima komuni
Dari tangan pendeta...


Keberhasilan terbesar Kolokotronis adalah kekalahan tentara Ottoman di bawah Mahmud Dramali Pasha pada Pertempuran Dervenakia 1822, yang membuatnya didaulat sebagai panglima tertinggi pasukan Yunani di Peloponnese pada 1825.

Kolokotronis lahir di Messinia pada 3 April 1770 dari keluarga terpandang. Ayahnya berpartisipasi dalam pemberontakan 1770  yang didukung oleh Permaisuri Catherine II dari Rusia.

Ayah dan dua saudara laki-lakinya dibunuh oleh pasukan Turki, membuat Kolokotronis dan ibunya pindah ke kampung halamannya di Arcadia.

Kolokotronis bergabung dengan kelompok klepht atau prajurit bandit di daerah itu yang menjadikannya pemimpin di usia 15 tahun. Lalu berpartisipasi dalam misi angkatan laut armada Rusia, selama Perang Rusia - Turki pada 1805.

Serangan Ottoman terhadap klefts pada 1806 membuat Kolokotronis melarikan diri ke Pulau Zakynthos.  Di pulau itu, yang diduduki oleh Inggris, Kolokotronis memperoleh pengalaman militer dan ia pun terdaftar di korps tentara Inggris di Yunani.

Selama 1807 hingga 1814, Kolokotronis kerap bersentuhan dengan ide-ide revolusioner zaman itu yang kemudian mempengaruhi pandangannya.

Sebelum Revolusi Yunani, Kolokotronis menjadi kápos (milisi yang dipekerjakan oleh orang-orang terkemuka Yunani di Peloponnese). Ia  pun bekerja untuk keluarga Deligiannis yang terkenal lalu menikahi putri cantik seorang yang kaya raya di Peloponnese.

Kolokotronis bergabung dengan organisasi rahasia Filiki Etairia pada 1818, yang kemudian melakukan persiapan Revolusi Yunani.

Kepemimpinannya semakin terasah. Dia berdiri di barisan paling depan dalam setiap  aksi militer selama Revolusi di Peloponnese.

Kolokotronis melanjutkan untuk membebaskan kota Nafplio pada bulan Desember 1822. Ia dikatakan telah menunggang kudanya menaiki lereng curam menuju kastil Palamidi untuk merayakan kemenangannya.

Yunani memberikan pengakuan atas kecerdasan militernya, serta pengabdiannya yang luar biasa untuk Yunani. Ia pun diangkat menjadi panglima tertinggi pasukan Yunani di Peloponnese pada 1825.

Namun, saat Perang Saudara, Kolokotronis mengalami benturan dan partainya dikalahkan, yang membuatnya dijebloskan ke dalam penjara bersama putranya.

Ia dibebaskan kemudian pada saat tentara Mesir di bawah komando Ibrahim Pasha menginvasi Morea.

Namun, pada perjalannya, mantan pejuang kemerdekaan itu kemudian menentang Otto, dan pada 7 Juni 1834, dia didakwa dengan pengkhianatan dan dijatuhi hukuman mati. Dia akhirnya diampuni pada tahun 1835.

Kolokotronis meninggal pada 4 Februari 1843 di Athena, satu hari setelah pernikahan putranya Konstantinos (Kollinos) dan setelah pesta di Istana Kerajaan, di hadapan Raja Otto.

Helm Kolokotronis yang terkenal, bersama dengan sisa lengan dan baju zirahnya, saat ini dapat dilihat di Museum Sejarah Nasional Yunani di Athena.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya