Berita

Mantan Kepala Bank Sentral Eropa, Mario Draghi menyatakan kesanggupannya untuk menjadi Perdana Menteri Italia/Net

Dunia

Pahlawan Krisis Ekonomi Eropa Siap Gantikan Giuseppe Conte Di Kursi Perdana Menteri Italia

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 18:44 WIB | LAPORAN: RIESKA WULANDARI

Ahli ekonomi andal yang juga mantan Kepala Bank Sentral Eropa, Mario Draghi menyatakan kesanggupannya untuk menjadi Perdana Menteri Italia, menggantikan Giuseppe Conte.

Pria 73 tahun itu merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan juga seorang profesor Ekonomi di beberapa universitas Italia. Dia dikenal publik sebagai seorang tokoh yang menyelamatkan Eropa pada krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 2012 silam.

Diketahui bahwa beberapa waktu lalu, Presiden Italia Sergio Matarella memanggil dan meminta Draghi untuk memimpin kabinet yang sempat kosong menyusul mundurnya Giuseppe Conte. Hal itu terjadi setelah Pemimpin Partai Italia Viva (IV) Matteo Renzi mencabut dukungannya kepada pemerintah. 


Tidak lama setelah permintaan tersebut, Draghi pun mengeluarkan penyataan kesanggupanya untuk duduk di kursi perdana menteri Italia.

Dalam pernyataannya di hadapan publik, pada Rabu (3/2) Draghi mengatakan bahwa ini adalah saat yang sulit bagi Italia, karena sedang menghadapi kondisi darudat menghadapi pandemi Covid-19 yang membawa kepada resesi. 

“Kita akan memenangkan pandemi, menyelesaikan kampanye vaksinasi, menawarkan jawaban atas masalah keseharian warga, meluncurkan kembali negara ini, adalah tantangan yang kita hadapi bersama,” ujarnya. 

Dalam pernyataan yang sama, pria kelahiran 3 September 1947 yang juga dikenal dengan julukan Super Mario ini berjanji melakukan apapun yang diperlukan untuk menyelamatkan zona euro selama krisis utang.

Meski Draghi tidak memiliki basis politik utama di Italia, namun tidak lama setelah pernyataan kesanggupannnyai, bursa di Italia dikabarkan langsung memberikan reaksi positif.

Akan tetapi bukan berarti jalan mulus ada di hdapannya. Draghi masih harus bekerja keras untuk membujuk sejumlah partai, terutama ekstrim kanan untuk masuk menjadi koalisi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya