Berita

Surat Kemenkeu yang menerangkan besaran insentif bagi Nakes tangani Covid-19/Repro

Politik

Nasdem: Pemangkasan Insentif Nakes Covid-19 Akan Timbulkan Kegaduhan Publik

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 15:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Keuangan mengurangi insentif para tenaga kesehatan penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19) sebanyak 50 persen.

Keputusan Menkeu Sri Mulyani pun menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyampaikan adanya kebijakan penurunan insentif bagi tenaga kesehatan ini tidak tepat dan perlu dievaluasi kembali.


“Pengurangan insentif bagi nakes merupakan kebijakan yang tidak tepat. Bagaimanapun juga, mereka adalah garda terdepan dalam masa  pandemi ini,” tegas Nurhadi kepada wartawan, Kamis (4/2).

Menurut legislator dari Fraksi Nasdem ini, jika pengurangan insentif itu atas dasar alasan kondisi keuangan negara, maka kondisi kesehatan negara akibat pandemi ini mestinya menjadi perhatian utama.

“Dan kesehatan negara bertumpu pada bagaimana para nakes ini bekerja, maka pengurangan insentif ini menjadi salah satu faktor terhambatnya akselerasi kesehatan masyarakat,” katanya.

“Karenanya sebagai anggota Komisi IX DPR RI akan kita tanyakan pada Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan agar ditunda kebijakan pengurangan insentif para nakes ini,” tegasnya lagi.

Selain itu, kata Nurhadi, pengurangan insentif tenaga kesehatan ini akan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Kata Nurhadi, kegaduhan semakin besar jika kebijakan pemangkasan dana insentif itu tidak memiliki legal standing dan alasan yang losi.

“Banyak di lapangan terjadi disinformasi atas Hak insentif yang harus diterima olek nakes yang terlibat dalam penanganan Pandemi covid-19,” bebernya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya