Berita

Jenderal Min Aung Hlaing yang memegang kendali kekuasaan Myanmar pasca kudeta/Net

Dunia

Pengamat: Itu Bukan Kudeta Militer, Melainkan Kudeta Min Aung Hlaing

KAMIS, 04 FEBRUARI 2021 | 06:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Burma Campaign yang berbasis di Inggris menyerukan agar dunia internasional memberikan responnya yang kuat terhadap kudeta militer Myanmar (Burma). Respon harus mencakup sanksi terhadap militer.

“Ini adalah kudeta Min Aung Hlaing, bukan hanya kudeta militer,” kata Mark Farmaner, direktur Burma Campaign. "Ini tentang posisi dan kekayaan Min Aung Hlaing!"

Direktur eksekutif Human Rights Watch, Kenneth Roth mengatakan bahwa kunci kudeta Myanmar ada pada pemimpin militer Jenderal Min Aung Hlaing. Menurutnya, Min Aung Hlaing yang hampir pensiun tidak ingin kehilangan kekuasaannya dan dia tidak menemukan cara untuk mempertahankannya kecuali lewat kudeta.


"Dia juga adalah salah satu orang yang paling dicari di planet ini karena kekejaman terhadap Rohingya," ujar Roth dalam cuitannya, seperti dikutip dari Aljazeerah, Rabu (3/2).

Jenderal Min Aung Hlaing, 64, telah memprakarsai kudeta yang terjadi pada Senin (1/2). Pasca kudeta, kekuasaan Myanmar ada di bawah kendalinya. Dia telah menyatakan diri sebagai pemimpin Myanmar untuk tahun depan.

Min Aung Hlaingtelah menjadi tokoh penting di angkatan bersenjata selama hampir satu dekade.

Pada Juli 2020, Inggris menjatuhkan sanksi pada Min Aung Hlaing, menuduhnya dan wakil komandan militernya, Soe Win, mengatur kekerasan sistematis terhadap orang-orang Rohingya.

Kudeta Myanmar juga bukan semata karena kekuasaan. Justice for Myanmar, sebuah kelompok pegiat, mengatakan bahwa kudeta hari Senin bukan hanya tentang menjaga pengaruh politik Min Aung Hlaing, tetapi juga kekayaannya.

"Jenderal telah mengeksploitasi posisinya sebagai panglima tertinggi untuk keuntungan pribadinya, dan kudeta Senin memperluas kekuasaan dan hak istimewa itu," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan/

Para pegiat dalam kelompok itu mengatakan bisnis yang dimiliki oleh anak-anak Min Aung Hlaing telah mendapat keuntungan dari akses mereka ke sumber daya negara selama masa jabatannya dan mencatat bahwa sebagai panglima tertinggi, Ming Aung Hlaing memiliki otoritas tertinggi atas dua konglomerat utama militer, yaitu Myanmar Economic Corporation (MEC) dan Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL), yang memiliki investasi di berbagai sektor, termasuk permata, tembaga, telekomunikasi, dan pakaian.

"Jika demokratisasi berkembang dan ada pertanggungjawaban atas tindakan kriminalnya, dia dan keluarganya akan kehilangan aliran pendapatan mereka," kata Justice for Myanma.

Kelompok itu menyerukan untuk segera menerapkan sanksi terhadap militer myanmar para pemimpinya dan para mitra bisnis mereka.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya