Berita

Dutabesar Indonesia untuk Italia Esti Andayani dalam sambutan pembuka di sebuah acara virtual untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan CIALO 2021/RMOL

Dunia

Lewat CIALO 2021, Indonesia Perkuat Hubungan Dengan Italia

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 22:33 WIB | LAPORAN: RIESKA WULANDARI

Kedutaan Besar Republik Indonesian (KBRI) Roma, Italia mendorong generasi muda untuk memperkuat kerjasama antar generasi muda Indonesia dan Italia.

Begitu penegasan dari Dutabesar Indonesia untuk Italia Esti Andayani dalam sambutan pembuka di sebuah acara virtual untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan CIALO 2021 dengan mengambil tema “Learning New Things, Broadening Our Minds”. awal pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut dia menegaskan pentingnya pemberdayaan generasi muda serta penguatan kerja sama generasi muda Indonesia dan Italia.


“Pada tahun 2019, jumlah generasi muda usia 15-24 tahun di dunia mencapai 1,2 milyar, atau sekitar 16 persen total populasi dunia. Pemberdayaan generasi muda adalah kunci penting bagi masa depan kita bersama” jelasnya.

Untuk diketahui, program CIALO merupakan singkatan “Ciao” (Italia) dan “Halo” (Indonesia), ditujukan untuk siswa setingkat SMP dan SMA di Indonesia dan Italia.  

Pembukaan program CIALO 2021 ini diselenggarakan secara virtual (daring) pada Senin, 1 Februari 2021. Acara pembukaan berlangsung cukup spesial, dihadiri lebih dari 140 peserta dari Indonesia dan Italia.

Kegiatan CIALO ini digagas pertama kali pada tahun 2020 oleh Professor Rosaria Sorrentino (guru Sekolah Istituto Montalto Uffugo Scalo Italia) dan Ibu Eunika Rukmi, M.ED (mahasiswa Indonesia lulusan Universitas Calabria Italia). KBRI Roma juga turut berpartisipasi pada edisi pertama CIALO tahun 2020.  

Dalam kegiatan CIALO 2021 yang akan berlangsung sampai Maret 2021 ini, siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok terdiri dari campuran siswa Indonesia dan Italia. Mereka akan mendapatkan pelajaran secara online online beberapa mata pelajaran seperti geografi, kebudayaan, kewarganegaraan, digital dan lainnya. Setiap minggunya mereka juga akan mendapatkan tugas kelompok bersama untuk berbagai topik.

Tampak hadir tamu undangan dari Kantor Gubernur Calabria, serta perwakilan 3 walikota Italia (Montalto Uffugo, Mangone Grimaldi dan Rende), perwakilan sekolah dan wartawan serta tamu lainnya.

Acara pembukaan diawali dengan kegiatan perkenalan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kenegaraan Indonesia Raya dan  Fratelli d’Italia.  

Total peserta yang hadir mencapai sekitar 90 siswa siswi dari kedua negara. Siswa Italia berasal dari beberapa sekolah SMP dan SMA di 3 (tiga) kota wilayah Propinsi Calabria, sementara siswa Indonesia berasal dari beberapa sekolah diantaranya SMP dan SMA Al Azhar Bumi Serpong Damai (BSD), Mentari International School Bintaro dan Cisera English Community.

“Tidak saja generasi muda perlu dibekali ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan inovatif, namun mereka juga perlu memahami dan memiliki intercultural understanding. Hal ini penting untuk membentuk karakter siswa dan memperluas wawasan mereka," ujar Dubes Esti.

  Menyitir dua peribahasa Indonesia dan Italia yang memiliki arti serupa “Tak kenal maka tak sayang” atau di Italia "Alla vista si conosce il cuore” Dubes Esti yakin program CIALO ini akan memberikan manfaat banyak kepada siswa untuk semakin saling mengenal, memperkuat semangat persahabatan dan menghormati perbedaan yang ada.

“Program CIALO ini adalah kegiatan kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak, investasi pada generasi muda untuk masa depan dunia. Saya yakin, melalui program seperti ini akan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Italia”, tutupnya.  

Perwakilan Walikota dari tiga kota di Propinsi Calabria serta perwakilan pihak sekolah Indonesia dan Italia juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan CIALO tersebut.

Ditekankan mengenai pentingnya prinsip persahabatan, pendidikan dan kerja sama antar siswa untuk dapat meraih masa depan mereka.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya