Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul, yang hadir virtual di dalam program Forum Satu Meja' di Kompas TV, Rabu malam (3/2)/Repro

Politik

Produksi Istilah Pembatasan Banyak Tapi Penanganan Covid-19 Tidak Efektif, KSP: Ini Ikhtiar!

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 22:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Upaya membatasi mobilitas masyarakat di era pandemi Covid-19 di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan yang ditandai dengan berubahnya istilah yang digunakan.

Hal ini ditanyakan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Bidiman Tanuredjo, kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Dany Amrul, dalam program 'Forum Satu Meja' di Kompas TV, Rabu malam (3/2).

"Kalau di tingkat makro ada yang namanya PSBB, PPKM. Sekarang ada PPKM Mikro, produksi istilah banyak tapi tidak efektif. Ada jaminan berhasil (PPKM Mikro)?" tanya Budiman Tanuredjo.


"Ini adalah ikhtiar. Masalah pandemi masalah semua negara, dan negara mengambil kebijakan sesuai dengan saat ini. Dan masalah ini sangat dinamis dan kebijakannya pun sangat dinamis," jawab Dany.

Dany juga menjelaskan, PPKM Mikro yang diambil kebijakannya dari hasil Rapat Terbatas Presiden Joko Widodo dan para menteri terkait pagi tadi bertujuan untuk menekan mobilitas masyarakat hingga ke tingkat yang paling bawah seperti RT/RW.

"Jadi maksudnya agar pada lingkup yang terkecil apabila ada warganya terjangkit bisa langsung dilakukan testing secara masif pada kontak erat. Dan daerah tersebut bisa menerapkan PPKM tingkat mikro," tuturnya.

Terkait dengan usulan lockdown, pemerintah kata Dany telah melakukannya dengan cara PPKM ini. Sebab katanya, dalam Undang-undang (UU) Kekarantinaan tidak ada istilah lockdown.

"Karena di UU karantina kita tidak kenal lockdown. Hanya (PPKM) kontennya sama," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya