Berita

Ilustrasi Pilkada Serentak/Net

Politik

Partai Aceh Tegas Menolak Pilkada 2024, Tidak Ada Tawar Menawar

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 15:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 ditolak fraksi Partai Aceh.

Menurut Ketua Fraksi Partai Aceh DPR Aceh, Tarmizi Panyang, sejumlah tahapan dan persiapan telah dilakukan untuk digelarnya Pilkada pada 2022.

"Sikap Fraksi Partai Aceh, Pilkada di Aceh tetap harus di 2022. Tahapan-tahapan yang sudah masuk di DPR Aceh sudah kita lakukan pertemuan dengan KIP Aceh, dengan Komisi II DPR-RI. Ini sebenarnya di Aceh sudah selesai," kata Tarmizi Panyang diberitakan Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (3/1).


Bila diperlukan, kata Tarmizi, pemerintah Aceh dan DPR Aceh beserta semua unsur yang ada di Aceh akan berangkat ke Jakarta untuk menemui Menteri Dalam Negeri untuk memastikan Pilkada Aceh dilaksanakan pada 2022.

"Pemerintah pusat harus juga berniat baik, jadi indahkanlah kekhususan Aceh. Salah satunya Pilkada Aceh yang akan terjadi nantinya di 2022," ujarnya.

Tarmizi menyampaikan, Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem juga telah menegaskan tidak ada tawar menawar dan Pilkada Aceh harus terlaksana di 2022.

Tarmizi mengatakan, di tingkat internal Partai Aceh, seluruh kader siap melaksanakan pilkada pada 2022. Tinggal, kata Tarmizi, sembilan fraksi yang ada di DPR Aceh menyatakan sikap dan mendukung Pilkada Aceh digelar pada 2022.

"Jadi pemerintah dan DPR Aceh segera memastikan pemerintah pusat sehingga khilafiyah 2022 atau 2024 itu tidak ada lagi," ujarnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Naggroe Aceh (PNA) Miswar Fuady menegaskan, partainya juga sangat siap jika Pilkada Aceh digelar pada 2022. Miswar mengatakan, PNA sudah menyiapkan sosok dari internal dan eksternal kader untuk berkontestasi di Pilkada 2022 mendatang.

"PNA sudah siap menghadapi Pilkada 2022 dan sudah ada beberapa sosok internal dan eksternal yang akan diusung sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah," kata Miswar Fuady.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya