Berita

Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/Net

Politik

Babak Baru Perseteruan Demokrat, SBY Harus Turun Gunung Selesaikan Kebuntuan

RABU, 03 FEBRUARI 2021 | 11:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Isu tidak sedap menyeruak dari Partai Demokrat. Politikus senior sekaligus tokoh-tokoh die hard-nya SBY yang sama-sama ikut berkontribusi dalam membesarkan partai di awal berdiri, kini muncul berkomentar yang tak sedap.

Nada-nada gertakan dan ancaman dilontarkan terkait suksesi di partai, ini pertanda ada gap dan komunikasi yang terputus hingga hal itu terjadi di ruang publik.

"Mungkin saja terjadi kebuntuan politik diantara barisan senior dan yunior, mungkin demikian yang sedang terjadi. Sehingga isu kudeta santer terdengar di telinga AHY, " ujar pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen kepada wartawan, Rabu (3/1).


Diantara politikus Partai Demokrat yang senior itu, memberikan komentar menohok diantaranya ada Marzuki Alie, mantan ketua DPR RI, dan Max Sopacua mantan anggota DPR, dan masih banyak lagi. Mereka itu termasuk orang lama dan boleh dikatakan kader mula-mula di Demokrat.

"Isu kudeta ditanggapi oleh berbagai kalangan luas karena Ketum Demokrat AHY menuding ada orang lingkaran Presiden Jokowi terlibat kudeta, sontak ini jadi polemik yang panas, pro- kontra isu kudeta santer terdengar dari pengamat, elite politik dan tokoh masyarakat.

"Isunya Partai Demokrat akan disabotase oleh orang luar Demokrat? Benarkah?" tanya aktivis organisasi kepemudaan itu.

Ada apa sesungguhnya yang sedang terjadi di internal partai besutan SBY itu? Pertarungan opini antara orang lama (senior) yang sedang berada di luar partai vs orang baru yang masuk di jajaran pengurus DPP Partai Demokrat.

"Apa yang sedang digugat atau diributkan itu, sesuatu yang biasa terjadi di partai, semestinya diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan merangkul semua pihak," usul Silaen menyumbang saran.

Dugaan sementara bahwa pendiri partai, kader senior yang sudah tidak dilibatkan lagi menilai bahwa kepemimpinan anak SBY kurang merangkul para mantan pendiri, kader partai Demokrat yang nyata-nyata berjibaku membesarkan SBY hingga duduk di singgasana kursi nomor satu di negeri ini.

Hingga politikus 'gaek' menyindir semi halus kepada AHY yang saat ini jadi ketua umum DPP partai Demokrat pasca lengsernya sang ayah ke prabon.

"Meski Partai Demokrat tergolong partai pendatang baru pasca reformasi, namun debutnya tak bisa dianggap remeh, terbukti Partai Demokrat sukses mengantarkan yang kala itu SBY, Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati, menjadi presiden dua periode," tutur Silaen.

Belum tahu kemana dan bagaimana akhir dari cerita isu kudeta dan gonjang-ganjing politik Partai Demokrat tersebut. Selama ini dikirain publik baik-baik saja tapi ternyata seperti api dalam sekam.

"Kalau tidak segera ditangani maka bisa jadi membakar partai berlogo merci itu. SBY dan tokoh-tokoh pendiri kader Partai Demokrat harus segera urun rembuk kalau mau selesai huru-hara internal Partai Demokrat," ungkap alumni Lemhanas Pemuda 2009 itu.

Pencapaian Partai Demokrat sangat spektakuler dan juga fenomenal sebab Partai Demokrat sudah terbukti mampu mendudukkan tokoh sentralnya yakni SBY sebagai presiden. Tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Demokrat bisa mengulangi kembali pencapaian sang ayah yang juga mantan ketum partai itu, menjadi orang nomor satu di negeri ini.

"Pertanyaan selanjutnya, apakah AHY dapat menyelesaikan huru-hara yang sedang bertiup kencang menerpa Partai Demokrat? Kita tunggu saja, babak selanjutnya bagaimana penyelesaian prahara internal Partai Demokrat dalam menyikapi kritik dan cibiran dari pejuang senior partai yang merasa tak 'dipakai' lagi oleh putra mahkota SBY itu," pungkas Silaen.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya